Pemprov Jabar Tindaklanjuti Temuan Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengecek kasus COVID-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Hal tersebut merupakan tindaklanjut laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menyebut virus tersebut sudah terdeteksi di wilayah Jawa Barat.

Laporan Kemenkes menyatakan ada 12 kasus di Jawa Barat dari total 20 kasus yang terjadi di Indonesia.

Sekda Jabar, Setiawan Wangsaatmadja menyebut segera berkoordinasi dengan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar untuk memastikan varian virus.

"Jadi apakah itu varian-varian tersebut atau varian lain yang sudah kita kenal sejauh ini," kata Setiawan di Gedung Sate, Kamis (16/6).

Upaya lainnya adalah mengimbau masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat di tengah relaksasi kegiatan yang mengundang orang banyak.

Varian virus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 disebut memiliki kemampuan menyebar cepat meski tingkat keparahan rendah.

"Penggunaan masker yang harus kita lebih disiplin lagi," kata dia.

Terpisah, Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Jabar, Dewi Sartika mengaku sudah mendapat laporan dari Kemenkes mengenai 12 orang warga Jabar yang terkonfirmasi positif.

"Kronologisnya ada di Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, saya dilaporkan saja. Memang sebagian besarnya ada di RS Dustira, yang calon haji hanya dua," ujar Dewi kepada wartawan.

Semuanya ia sebut sudah mendapat penanganan medis. Mayoritas hanya mengalami gejala ringan dan dalam kondisi baik.

"Ada surat bahwa yang diperiksa itu adalah dua minggu sebelum keberangkatan. Jadi kalau memang dia positif ya tinggal di isolasi. Gejala BA.4 atau BA.5 memang gejala relatif ringan. Mudah-mudahan dia cepet sembuh," katanya.

Ia mengingatkan pemerintah di tingkat kabupaten dan kota harus meningkatkan lagi pengetesan, dan pelacakan kontak erat serta mengakselerasi vaksinasi.

Untuk diketahui, rincian kasus virus subvarian berdasarkan data Kemenkes di antaranya Bali 4 pasien, Jakarta 4 pasien, dan Jawa Barat 12 pasien.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memprediksi kemunculan dua subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 bisa membuat gelombang baru pada Juli mendatang.

"Pengamatan kami, gelombang BA.4 dan BA.5 biasanya puncaknya tercapai satu bulan sesudah penemuan kasus pertama. Seharusnya, minggu kedua dan ketiga Juli 2022 ini akan melihat puncak kasus penularan BA.4 dan BA.5 ini," kata Budi saat memberikan keterangan pers secara daring, beberapa hari lalu. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel