Pemprov Jambi salurkan Bansos BBM untuk penarik ojek

Pemerintah Provinsi Jambi dalam waktu dekat menyalurkan bantuan sosial kepada 5.000 penarik ojek pangkalan dan ojek daring yang terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan total anggaran sebesar Rp1,62 miliar.

"Bantuan sosial atau bansos atas dampak penyesuaian harga BBM di Provinsi Jambi untuk para penarik ojek tersebut diserahkan dalam minggu ini dimana masing-masing tukang ojek akan menerima sebesar Rp324.300," kata Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jambi, Johansyah di Jambi, Selasa.

Dalam minggu ini Pemprov Jambi menyerahkan bantuan kepada 5.000 penarik ojek pangkalan dan ojek daring yang sudah terdata dan SK-nya sudah ditandatangani Gubernur Jambi.

Pendataan telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota dan dibuatkan SK-nya oleh bupati atau wali kota.

Bansos ini diserahkan dalam satu tahap saja dan diberikan melalui kantor pos. Bansos untuk tukang ojek ini sudah dirumuskan dimana per harinya sekitar 1,5 liter. Setiap penarik ojek ini mereka dapat bantuan sekitar Rp324.300.

Baca juga: Tarung Tabuh Kompangan Kota Jambi masuk rekor MURI

Baca juga: Mahasiswa Unja bangun kesadaraan hidup sehat Suku Anak Dalam

Rincian tukang ojek yang menerima bansos itu ada di Kabupaten Kerinci sebanyak 665 orang kemudian Merangin 350 orang, Sarolangun 113, Batang Hari 111, Muaro Jambi 198, Tanjungjabung Timur 102, Tanjungjabung Barat 180, Tebo 195, Bungo 286 dan Kota Sungai Penuh 805 orang.

"Penerima terbanyak ada di Kota Jambi ada sebanyak 1.995 penarik ojek yang dapat bantuan termasuk juga ojek online," kata Johansyah.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Jambi telah memberikan bantuan kepada 6.000 nelayan di kawasan pesisir Jambi tepatnya Kabupaten Tanjungjabung Barat dan Timur yang telah mendapatkan Bansos BBM sehingga mereka tetap bisa melaut.

Para nelayan tersebut mendapat bansos atas dampak penyesuaian harga BBM dan saat ini Pemprov Jambi telah menganggarkan sebesar Rp4,55 miliar untuk tiga bulan ke depan. Terhitung Oktober hingga Desember mendatang dan para nelayan menerima sebesar Rp759 ribu untuk tiga bulan.

"Dari kedua penerima bantuan nelayan dan ojek atas dampak penyesuaian harga BBM di Provinsi Jambi, pemerintah telah menganggarkannya dan total anggaran sebesar Rp6,18 miliar yang dalam waktu dekat ini segera dibagikan kepada mereka yang berhak menerimanya lewat kantor pos setempat," kata Johansyah.

Penarik ojek masing-masing menerima sebesar Rp324.300 dimana pemerintah membantu BBM mereka jenis pertalite sedangkan nelayan menerima bantuan Rp759.000 untuk BBM jenis solar.

Baca juga: Seluruh program studi Fakultas Pertanian Unja raih ISO

Baca juga: Dosen FKIK Unja temukan inovasi pelembab bibir dari getah buah jernang