Pemprov Jateng beri pelatihan kuliner mustahik kurangi kemiskinan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Santri Gayeng Nusantara (SGN) Jateng memberikan pelatihan di bidang kuliner kepada puluhan mustahik sebagai salah satu upaya pengurangan angka kemiskinan.


"Para mustahik mendapatkan manfaat bukan berupa uang, melainkan juga pelatihan-pelatihan sehingga mereka nantinya bisa berusaha dan terus mengembangkan usahanya," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat membuka pelatihan di Semarang, Selasa.


Wagub menjelaskan bahwa dana zakat, infak, sedekah yang dihimpun Baznas Jateng tidak hanya diberikan kepada mustahik berupa uang, melainkan pelatihan-pelatihan untuk mengembangkan usahanya.


"Uang Baznas bukan hanya dibagikan kepada mustahik, tapi bagaimana caranya agar dana yang terhimpun ini bisa berkembang, namun tidak menyalahi aturan. Nah mustahik diberi pelatihan, dibantu, dikembangkan usahanya," ujarnya.

Baca juga: Kolaborasi, YBM BRILian-Dompet Dhuafa programkan pemberdayaan mustahik

Baca juga: Menggencarkan upaya penyejahteraan dhuafa melalui amil zakat


Wagub berharap pelatihan kepada para mustahik ini bisa terus berlanjut dan pesertanya didorong agar mendapatkan izin pangan industri rumah tangga (PIRT).


Tak hanya itu, lanjut dia, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, peserta pelatihan juga perlu mendapatkan sertifikat halal atas produk-produknya.


"Apalagi, anda semua setelah dilatih, nanti juga pasti akan dorong di kemudian hari ada izin, bentuknya PIRT. Kalau sudah dapat PIRT, nanti saya minta agar didorong lagi, mengurus sertifikat halal. Ini penting karena bisa meningkatkan kepercayaan konsumen," katanya.

Baca juga: Zakat, modal umat membantu kelompok marjinal

Baca juga: Yogyakarta intensifkan program pemberdayaan masyarakat miskin


Ketua Baznas Jateng KH Ahmad Darodji menambahkan pelatihan kuliner dipilih supaya mustahik memiliki keterampilan yang dibutuhkan orang lain sehingga peluang untuk membuka usaha di bidang tersebut terbuka lebar.


Darodji berharap para mustahik yang saat ini dilatih dapat menuai kesuksesan dan setelah usahanya berhasil bisa memberikan zakat.


"Boga ini sudah dikembangkan di beberapa daerah. Dengan pelatihan ini nanti (mustahik) bisa mengembangkan usahanya. Setelah kita teliti, hampir semuanya berhasil, lama-lama sudah bisa berdiri sendiri bahkan memberi infak," katanya.

Baca juga: Sinode GPM Prioritaskan Pemberdayaan Masyarakat Miskin

Baca juga: Entaskan warga miskin, Wali Kota Surabaya gandeng Masjid Al Falah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel