Pemprov Jateng Gelontorkan Rp247,74 Miliar Kendalikan Inflasi di 2022

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) telah mencairkan anggaran sebesar Rp247,74 miliar untuk mengendalikan inflasi daerah tahun 2022. Alokasi anggaran tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sebagaimana instruksi Pemerintah Pusat kepada Pemda.

Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jateng, Eddy Sulistyo Bramiyanto mengatakan di penghujung tahun 2022, pihaknya menggelontorkan dana untuk pengendalian inflasi daerah sebesar Rp 27,9 miliar. Dana tersebut merupakan alokasi 20 persen dari Dana Transfer Umum (DTU) sebesar 20 persen.

"Akhir 2922 Pemprov Jateng menggelontorkan dana untuk pengendalian inflasi daerah dari DTU 20 persen sebesar Rp 27,9 miliar," kata Eddy saat membacakan Pidato Kunci Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam Seminar Nasional: Strategi Menjaga Inflasi dan ketahanan Pangan Ekonomi Daerah 2023 di Gumaya Tower Hotel, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/1).

Pemprov Jateng juga menggunakan anggaran tak terduga dalam APBD 2022 untuk pengendalian inflasi. Di tahap pertama, Pemprov mengeluarkan anggaran Rp8,9 miliar dan tahap kedua sebesar Rp14,87 miliar.

Selain itu, dari pos anggaran dana insentif daerah juga menyumbang Rp8,8 miliar untuk pengendalian inflasi. Termasuk juga yang berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 212,38 miliar.

Dalam rangka mengendalikan tingkat inflasi daerah pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, Pemprov Jateng menggunakan strategi 4K+. Antara lain menjaga keterjangkauan harga-harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, komunikasi efektif dan menjaga daya beli masyarakat.

"Kami membuat strategi 4K plus untuk mengendalikan inflasi di Jawa Tengah," kata dia.

Eddy mengatakan sepanjang tahun 2022, sinergi telah berjalan dengan baik. Berbagai program dan kebijakan telah terorkestrasi dari pemerintah provinsi hingga pemerintah daerah. "Ini bisa diteruskan dalam upaya akselerasi di tengah tantangan dan kesulitan pasca pandemi, perubahan iklim dan geopolitik," kata dia.

Berbagai tantangan di tahun lalu seharusnya menjadikan Pemprov Jateng dan masyarakat lebih kuat dalam menghadapi tantangan yang lebih besar di tahun 2023. Dia pun meminta para Pemda kabupaten dan kota untuk peka terhadap situasi dan kondisi yang terjadi di tingkat global, nasional dan lokal.

"Buat analisis yang menggunakan data dan aneka fakta emipiris termasuk terobosan dan inovasi yang diberikan untuk menghadapi tantangan di depan," pungkasnya. [azz]