Pemprov Jatim gandeng Jerman bangun konektivitas Gerbangkertosusila

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggandeng Pemerintah Jerman untuk membangun konektivitas di wilayah Gerbangkertosusila Plus, yaitu Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Sidoarjo-Surabaya-Lamongan-Jombang-Bojonegoro-Tuban.

"Pemprov Jatim dan Pemerintah Jerman melalui Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dalam program Sustainable Urban Mobility Plan atau SUMP," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada wartawan usai kick off meeting SUMP di Surabaya, Jawa Timur, Selasa.

Kerja sama tersebut juga ditandatangani bersama delapan kepala daerah yang masuk dalam kawasan Gerbangkertosusila Plus.

Gubernur Khofifah optimistis kick off ini akan menjadi komitmen bersama untuk mendukung pembangunan di kawasan metropolitan plus, sekaligus menjadi pengungkit perekonomian di Jatim.

Untuk itu, lanjut dia, proses pelaksanaan SUMP harus dilakukan dengan perencanaan yang matang, di antaranya berencana mengembangkan angkutan massal berbasis jalan, kawasan pelabuhan, Bandara Juanda, rel, hingga reaktivasi jalur kereta api.

"Sambil berjalan, hal-hal teknis harus segera dikoordinasikan. Jika ingin reaktivasi jalur kereta maka harus segera berkoordinasi dengan PT KAI," ujar dia.

Secara geodemografi, kawasan Gerbangkertosusila Plus memiliki luas kurang lebih 10.845,73 kilometer persegi atau 22,69 persen dari luas Jatim. Jumlah penduduknya sebanyak 13,8 juta jiwa lebih atau 33,80 persen dari penduduk Jatim.

"Ini adalah potensi yang begitu besar untuk mengungkit perekonomian Jatim," kata Khofifah.

Hal itu, kata dia, mengingat Jatim adalah daerah yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi dan investasi yang tinggi serta dianugerahi masyarakat yang partisipatif serta sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar.

Untuk itu, Pemerintah Jerman menyatakan siap memberikan hibah mencapai 1,49 juta euro atau setara Rp23 miliar untuk pengembangan wilayah Gerbangkertosusila Plus.

Principal Portfolio Manager Green Infrastructure Initiative KFW, Olaf Goerke mengatakan kerja sama ini merupakan kelanjutan komitmen Pemerintah Indonesia dan Jerman dalam sektor prakarsa teknologi hijau di Indonesia.

Dia menjelaskan langkah pertama yang diambil adalah dengan melalui SUMP di Gerbangkertosusila Plus yang diharapkan bisa digunakan untuk membangun investasi lanjutan.

"Tidak hanya perencanaan hari ini tetapi juga ada investasi kedepannya," ujar dia.

Baca juga: DPR minta Jatim siapkan Rencana Induk Pembangunan Gerbangkertosusila
Baca juga: Jokowi teken Perpres Percepatan Pembangunan Kawasan Gerbangkertosusila
Baca juga: Temui Chairman WEF, Menko Airlangga nyatakan komitmen rendah karbon RI