Pemprov Jatim percepat pemulihan ekonomi di masa pandemi

·Bacaan 3 menit

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mempercepat pemulihan ekonomi di masa pandemi untuk mewujudkan Jatim Bangkit serta keseimbangan antara penanganan COVID-19 dan peningkatan ekonomi.

"Kita berupaya agar sektor ekonomi dan penanganan COVID-19 bisa seimbang, yaitu mengutamakan kesehatan dan tetapi tidak mematikan penghidupan," kata Wagub Jatim Emil Dardak saat berbicara pada Musyawarah Wilayah (Muswil) ke V Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di kawasan Telaga Sarangan Magetan, Sabtu.

Menurut dia, dalam memulihkan sektor ekonomi, Pemprov Jatim telah melakukan berbagai strategi dengan melakukan langkah "refocusing" dan realokasi APBD 2020 guna menyeimbangkan penanganan COVID-19 dan peningkatan ekonomi.

Pemprov Jatim telah melakukan refocusing dan realokasi APBD 2020 sekitar Rp2,4 trilliun dari anggaran yang ada.

"Anggaran tersebut meliputi aspek pemulihan ekonomi dan sosial ekonomi melalui berbagai program, mulai padat karya hingga proyek-proyek yang menyerap tenaga kerja," kata Emil Dardak.

Pada saat Pemprov Jatim mengendalikan sebaran kasus COVID-19, pihaknya diberi tugas untuk sesegera mungkin menyiapkan Jaring Pengamanan Sosial bagi masyarakat lapisan bawah agar tidak semakin terpuruk.

"Berbagai program dari pemerintah pusat banyak diluncurkan untuk pemulihan ekonomi daerah mulai dari Bantuan Pangan Non-Tunai dari Rp2,8 juta menjadi Rp3,8 juta keluarga penerima bantuan. Juga bantuan sosial tunai dengan cakupan sekitar Rp1,4 juta, dan juga Program Keluarga Harapan (PKH)," ujar Emil.
Baca juga: Khofifah sebut pemulihan ekonomi di Jatim menguat
Baca juga: Menko Luhut ajak GP Ansor Jatim dukung pemulihan ekonomi nasional

Di awal pandemi COVID-19 melanda Jatim, seluruh elemen bertekad untuk melindungi dan menghindarkan dari tutupnya perusahaan. Alasannya, karena sepertiga ekonomi Jatim disumbangkan dari sektor industri melalui pabrik-pabrik di Jatim.

Untuk itu, Pemprov Jatim berupaya menjaga melalui Ijin Operasional Mobilitas dan Kegiatan Industri (IOMKI) yang diterbitkan Kementerian Perindustrian RI untuk mendorong pabrik tetap buka dan beroperasi.

"Kami bertekad ketika awal pandemi, jangan sampai pabrik tutup karena akan berdampak pada sepertiga pertumbuhan ekonomi kita akan lumpuh," katanya.

Saat ini Jatim merupakan penyumbang ekonomi terbesar kedua di Indonesia di Pulau Jawa dengan kontribusi 24,62 persen PDB Jawa dan 14,45 persen untuk PDB Indonesia.

"Ibu Gubernur bersama Forkopimda sepakat mewujudkan Jatim Bangkit. Dimana, pemulihan ekonomi terus berjalan "on the track" sehingga diharapkan ekonomi Jatim dapat terakselerasi di tahun ini," jelasnya.

Patut disyukuri bahwa perekonomian Jatim pada triwulan I 2021 dari sisi lapangan usaha mulai membaik. Indikasi pemulihan ekonomi Jatim dapat dilihat dari tumbuh positif di sektor pertanian, pengadaan air, informasi dan komunikasi, jasa keuangan, dan asuransi hingga sektor real estate.

"Melalui upaya-upaya itu, diharapkan penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi bisa berjalan seimbang. Salah satunya tetap mengutamakan aspek kesehatan yang kuat," kata Wagub Emil.

Sementara, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur memilih kawasan Telaga Sarangan, Magetan, sebagai lokasi Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-V tahun 2021, yang berlangsung pada 28-30 Mei.

Dalam Muswil tersebut di antaranya diisi sarasehan nasional dengan tema "Recovery Pembangunan Jawa Timur Pasca Pandemi : Optimisme Perekonomian 2021" dengan semua narasumbernya dari alumni HMI.

Kegiatan tersebut diproyeksikan bisa memberikan sumbangsih yang positif untuk kemajuan Jawa Timur dan Indonesia.
Baca juga: Khofifah optimistis ekonomi di Jatim bergerak signifikan
Baca juga: Bank Jatim: Realisasi penyaluran dana PEN 97 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel