Pemprov Papua siapkan tiga komoditas unggulan pada G20 di Bali

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja (Disperindagkop) setempat menyebutkan pada pelaksanaan keketuaan/presidensi G20 di Nusa Dua, Bali, bakal menyiapkan tiga produk komoditas unggulan dari Bumi Cenderawasih.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindagkop, UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Pendius Wanimbo di Jayapura, Selasa, mengatakan pada kegiatan tersebut tiga komoditas yang akan dihadirkan yakni kopi, batik dan kerajinan tangan.

"Ketiga produk ini yang siap kami bawa ke pelaksanaan presidensi G20 di Nusa Dua di mana produk-produk tersebut sudah sesuai dengan standar yang diminta oleh panitia," katanya.
Baca juga: Tas kain goni berpadu endek jadi suvenir G20 di Bali

Menurut Pendius, sebelumnya pelaksanaan G20 ada kegiatan dari Smesco Indonesia yang melibatkan 15 provinsi, salah satunya Papua, yang akan berlangsung pada 10 November sehingga pihaknya bakal menghadirkan enam komoditas.

"Keenam komoditas itu selain tiga tadi kami juga menghadirkan aneka olahan ikan, lalu kerajinan batik, kerajinan tangan seperti pembuatan tas dari kulit kayu di mana pada kegiatan Smesco akan di tampilkan tidak untuk di jual," ujar Pendius.
Baca juga: UMKM di Bali sediakan 200 perhiasan dan aksesoris untuk suvenir G20

Dia menjelaskan kegiatan tersebut sangatlah baik di mana pihaknya dapat memasarkan hasil-hasil komoditas unggulan Papua ke masyarakat luas dengan begitu akan semakin terkenal lagi produk dari UMKM di Bumi Cenderawasih ini.

"Karena di sana akan dihadiri banyak pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri sehingga kami harus siapkan kualitas produk itu sendiri dengan sebaik mungkin," kata Pendius.

Dia menambahkan untuk itu dengan kesempatan yang baik ini diharapkan ke depan akan menjadi peluang yang baik sehingga UMKM Papua dapat naik kelas menuju era digitalisasi.


Baca juga: Pelaku UMKM lokal bangga jadi pemasok suvenir resmi KTT G20
Baca juga: UMKM Bali penyedia suvenir manfaatkan G20 sebagai kesempatan ekspor