Pemprov Sulteng dukung Gerakan Cinta Zakat untuk atasi kemiskinan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendukung Gerakan Cinta Zakat yang digagas oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulteng, sebagai upaya untuk mengatasi kemiskinan di daerah itu.

"Gerakan Cinta Zakat ini satu terobosan yang baik, yang harus didukung dengan sinergi dalam penanggulangan kemiskinan daerah," ucap Wakil Gubernur Sulteng Ma'mun Amir di Palu, Sabtu.

Zakat merupakan salah satu pondasi dasar dalam ajaran Islam, sekaligus salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilakukan oleh setiap Muslim yang memiliki kelebihan rezeki.

Berzakat dalam Islam sebenarnya telah dimulai sejak periode Makkah yaitu sejak Nabi masih mengembangkan ajaran Islam di Makkah.

Sesuai Firman Allah dalam Al Quran Surah Arrum Ayat 38, yang berbunyi, "Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan."

Baca juga: PT Vale bantu penyediaan air bersih untuk warga Palu usai bencana 2018

Dalam Islam terdapat dua kategori zakat yakni zakat fitrah dan zakat maal (harta). Zakat fitrah wajib dikeluarkan setiap Muslim yang hidup di bulan Ramadhan serta memiliki kecukupan atau kelebihan makanan sampai pada hari esok tanggal 1 Syawal Idul Fitri tiba.

Zakat mal atau harta yang wajib dikeluarkan setelah cukup nishab dan haulnya. Mengeluarkan zakat harta tidak mesti pada bulan Ramadhan jika sudah cukup syarat dan ketentuan-nya.

Ma'mun Amir menilai dana zakat yang dikelola oleh Baznas Sulteng dapat digunakan untuk intervensi langsung kemiskinan daerah, dengan tetap bersinergi dengan pemerintah daerah lewat program strategis.

Hal itu sesuai dengan tujuan yaitu untuk membantu meringankan beban masyarakat ekonomi menengah ke bawah di wilayah Sulteng.

Baca juga: Pasien aktif COVID-19 di Sulteng tersisa 34 orang

Wagub Ma'mun Amir juga mendorong kepada seluruh pejabat daerah, organisasi perangkat daerah dan ASN di lingkungan Pemprov Sulteng, agar menunaikan zakat ke Bazda, sehingga dana zakat dapat tersalurkan dengan baik ke penerima manfaat yang memenuhi syarat.

"Saya harap jangan sampai bapak/ibu menunda-nunda atau menghindarinya bila telah tiba masanya. Kepala OPD agar berperan sebagai motor menggencarkan gerakan cinta zakat," imbuhnya.

Terkait hal itu Ketua Baznas Sulteng Dahlia Syuaib mengemukakan bahwa zakat di Sulteng disalurkan kepada 19.427 penerima manfaat.

Baca juga: Guru Besar: Zakat bantu pemulihan ekonomi masyarakat

Dalam Ramadhan 1443 Hijriah, kata dia, Baznas membagi takjil gratis dan 1.665 paket sembako kepada para lansia, PKL dan mualaf.

Kemudian 4.675 paket beras disalurkan ke delapan kabupaten, yang mana tiap paket berisi 5 kg beras.

Selain itu, zakat juga digunakan untuk program-program ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan dan lingkungan yang dikemas dalam Zakat Community Development (ZCD).

"Gerakan cinta zakat sudah dimulai sejak lima tahun lalu secara berturut-turut," ucap Dahlia.

Baca juga: MES Sulsel: Optimalisasi pengelolaan zakat dapat entaskan kemiskinan

Ketua Baznas Sulteng Prof Dahlia Syuaib (ANTARA/Muhammad Hajiji)
Ketua Baznas Sulteng Prof Dahlia Syuaib (ANTARA/Muhammad Hajiji)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel