Pemprov Sultra minta IDI bantu mewujudkan kesehatan masyarakat

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) meminta agar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di daerah ini dapat bersinergi membantu pemerintah mewujudkan pembangunan kesehatan masyarakat.

Penjabat Sekretaris Daerah Sultra Asrun Lio dalam keterangan tertulisnya diterima di Kendari, Minggu, mengatakan bahwa keberadaan IDI Sultra sangat strategis membantu pemerintah daerah dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Sultra.

"Sebagai organisasi tempat perhimpunan para dokter, tentu IDI dapat memahami persoalan-persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat dan dunia kesehatan di daerah ini," katanya, saat memberikan sambutan acara Summit Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-114 di Baubau.

Dia mengajak agar IDI Sultra dapat membangun sistem pelayanan yang benar-benar terpadu, bersifat menyeluruh, berkelanjutan dan merata.

"Sistem yang secara nyata dapat meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kesehatan secara menyeluruh," ujar dia.

Menurutnya, masih banyak tantangan yang dihadapi IDI Sultra masa-masa yang akan datang. Untuk itu, dia meminta agar menjadikan forum Summit HBDI ke-114 sebagai sarana untuk membangun komitmen dan kesamaan langkah yang berkaitan dengan perjalanan organisasi ini ke depan, sehingga bisa lebih baik dan bermartabat.

Dia berharap, pengurus dan anggota IDI di Sultra tidak hanya dapat menyelesaikan tugas-tugas rutin belaka, tetapi juga dapat merumuskan program sistem pembangunan kesehatan yang strategis.

"Cara pandang kita ke depan bukan hanya taktis saja, tetapi juga perlu lebih strategis, maka peran IDI Sulawesi Tenggara selaku pembaharu akan dapat memberi kontribusi bagi pembangunan kesehatan di daerah kita,” ujar Asrun.

Ia memberikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada dokter-dokter yang bertugas di daerah pelosok, tandus dan terpencil. Dedikasi dan semangat juang para dokter untuk melayani kesehatan di daerah-daerah itu patut menjadi teladan.

"Ucapan yang sama juga saya sampaikan kepada dokter-dokter yang terlibat langsung dalam penanganan pasien COVID-19 di masa pandemi. Kepada dokter-dokter Indonesia yang telah gugur dalam menjalankan tugas mari kita doakan semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," kata Asrun.
Baca juga: IDI Sultra catat sebanyak 52 orang anggotanya positif COVID-19