Pemprov Sulut percepat vaksinasi 'booster' COVID-19

·Bacaan 1 menit

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berupaya untuk mempercepat pemberian dosis penguat (booster) vaksin COVID-19 dan meningkatkan cakupan vaksinasi di provinsi tersebut.

"Vaksinasi booster COVID-19 merupakan instruksi Presiden Joko Widodo yang di-breakdown oleh Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw, pelaksanaannya sementara berlangsung di daerah ini," kata Sekretaris Daerah Pemprov Sulut Asiano Gammy Kawatu di Manado, Jumat.

Percepatan dan peningkatan cakupan vaksinasi di daerah ini, kata Asiano, adalah bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) di Sulut.

Pelaksanaan vaksinasi booster yang telah dimulai 12 Januari lalu terus berlanjut hingga hari ini dan khusus aparatur sipil negara (ASN) didahulukan karena menjadi bagian dari proses pelayanan publik, kata dia.

Baca juga: Sepuluh daerah di Sulut penuhi syarat beri vaksinasi penguat nonlansia

"Saat ini yang didahulukan adalah kepala perangkat daerah, mudah-mudahan bisa tuntas hari ini. Berikutnya diharapkan ASN lainnya beserta para THL (tenaga harian lepas) bisa ikut vaksin dosis ketiga,” jelasnya.

Di lingkungan Pemprov Sulut ada sekitar 16.000 ASN dan THL yang siap menerima dosis ketiga atau dosis penguat vaksin COVID-19.

"Vaksinasi dosis ketiga ini merupakan bentuk upaya lanjutan dari vaksinasi dosis penuh yang bertujuan untuk mengembalikan imunitas dan proteksi klinis yang menurun," kata dia.

Asiano melakukan peninjauan vaksinasi booster kepada para pejabat eselon II Pemprov Sulut yang digelar di Kantor Gubernur.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Steven Kandouw mengaku optimistis cakupan vaksinasi di Sulut akan mencapai 80 persen hingga akhir Januari.

Baca juga: Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 Sulut bertambah jadi 34.710 orang
Baca juga: 10 kabupaten/kota di Sulut terapkan PPKM level satu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel