Pemprov Sumsel matangkan persiapan Pertikaranas IV

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mematangkan persiapan Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bhayangkara Tingkat Nasional (Pertikaranas) IV tahun 2022 di Palembang, November mendatang.

Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya di Palembang, Senin mengatakan, sejak ditetapkan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sebagai tuan rumah Pertikaranas IV dilakukan persiapan secara simultan sejak beberapa pekan terakhir.

“Pertikaranas ini dipercayakan kepada Provinsi Sumsel untuk menjadi tuan rumah, sehingga baik buruknya pelaksanaannya menjadi tanggung jawab kita semua,” kata dia.

Baca juga: Sumsel tuan rumah Pertikaranas IV tahun 2022

Untuk itu, Pemprov mengajak Polda Sumsel, Kwarda Pramuka Sumsel, PDAM, PT. PLN WS2JB, PTBA dan Bank Sumsel Babel, untuk bahu membahu dalam menyukseskan kegiatan ini mulai dari menyediakan fasilitas perkemahan, jalan, air bersih dan penerangannya.

"Termasuk tapak untuk kemah, lapangan upacara, ruang transit, juga saluran air agar saat peserta berkemah itu tidak mengalami persoalan yang mengganggu kenyamanan,” kata dia.

Baca juga: Sambut tahun baru, Perkemahan Pramuka digelar

Selain itu perlu juga melengkapi fasilitas rumah ibadah dan mempercantik tampilan gerbang utama. Untuk itu, Pemprov Sumsel mengimbau BUMD dan BUMN untuk turut berpartisipasi dalam menyiapkan Pertikaranas ini.

Sementara itu Sekretaris Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Sumsel Hasanuddin menerangkan bahwa sesuai Rakernas pada Maret 2022 telah ditetapkan bahwa Sumsel tuan rumah Pertikaranas IV.

Baca juga: Aprobi sosialisasikan biodiesel di Perkemahan Wirakarya Nasional 2021

Pertikara IV Tingkat Nasional itu rencananya digelar pada 13-18 November 2022 mendatang di Bumi Perkemahan Gandus.

Adapun total partisipan Pertikara Nasional IV Tahun 2022 diperkirakan berjumlah 2.000 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 1.600 peserta, pendamping 100 orang, dan pihak pendukung lainnya.

Baca juga: Desa lokasi PWN ke 14 tahun 2021 di Jambi dijadikan Kampung Pramuka

Saat ini dijelaskan Hasanuddin, sejumlah fasilitas Bumi Perkemahan sudah selesai dibangun di antaranya akses jalan luar dan dalam menggunakan aspal dan semen/beton.

Demikian pula jalan poros sepanjang 700 meter di dalam Bumi Perkemahan, gedung serba guna/aula utama dengan kapasitas 800 orang, serta MCK permanen (putra/putri terpisah) sebanyak 120 unit.

"Saat ini kita masih butuh dukungan untuk pohon pelindung, tapak kemah yang dikhawatirkan tergenang air saat hujan, lahan pasar perkemahan dan belum terintegrasinya air ke tiap-tiap gedung,” kata dia.

Baca juga: Perkemahan Wirakarya ditandai penanaman pohon dan tebar bibit ikan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel