Pemprov Sumsel minta perbankan garap layanan digital hingga pelosok

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meminta kalangan perbankan menggarap secara serius layanan digital hingga ke pelosok desa agar pembangunan menjadi lebih merata.

Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang, Rabu, mengatakan, pemerintah menyakini sektor perbankan merupakan salah satu sektor yang bisa berperan aktif dalam proses digitalisasi di masyarakat perdesaan.

“Saat ini semua serba digital, dan transaksi keuangan yang menjadi pemimpinnya. Saya harapkan, ini menyasar hingga pelosok desa, jangan hanya di perkotaan saja,” ujar dia.

Ia tak menyangkal layanan digital perbankan sangat tergantung dengan ketersediaan infrastruktur internet.

Akan tetapi, menurut dia, dengan beragam inovasi yang dilakukan maka kalangan perbankan dapat semakin mendekatkan masyarakat dengan layanan digital.

“Seperti memperbanyak agen laku pandai. Ini sudah dilakukan Bank Sumsel Babel yang memanfaatkan keberadaan para penyuluh pertanian sebagai agennya,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin mengatakan pihaknya telah menyebar 1.250 agen laku pandai di Provinsi Sumsel dan Bangka Belitung sejak memiliki layanan BSB Lur.

Para agen ini berperan layaknya seperti kantor layanan perbankan, karena dapat memberikan layanan membuka rekening, menabung, pembayaran ansuran kredit dan lainnya. Bahkan dapat juga membantu untuk menganalisa kelayakan calon nasabah untuk memperoleh pinjaman.

“Ke depan kami targetkan satu desa satu agen untuk mempercepat digitalisasi perbankan di masyarakat,” kata dia.

Baca juga: Bank Sumsel Babel kejar target penyaluran KUR

Baca juga: OJK : Inklusi keuangan semakin cepat pengaruh digitalisasi

Baca juga: Bank Sumsel Babel targetkan laba tumbuh 9 persen tahun 2022