Pemprov Sumsel Siapkan 1.000 Vaksin COVID-19 untuk Wartawan

Fikri Halim, Sadam Maulana (Palembang)
·Bacaan 2 menit

VIVAWartawan yang bertugas di Sumatera Selatan dari berbagai media, menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi, untuk mendapat fasilitas vaksinasi COVID-19 Sinovac, selain tenaga kesehatan.

Sebagai pekerja yang berhubungan dengan banyak orang, wartawan dianggap jadi salah satu garda terdepan dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Bahkan, pemerintah daerah telah menyiapkan 1.000 dosis vaksin untuk wartawan.

"Semua sasaran akan dilakukan vaksinasi. Untuk pelaksanaannya tergantung dengan jumlah vaksin yang datang. Kita target bisa selesai secepatnya, termasuk untuk wartawan juga, sudah kita rencanakan," kata Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, Selasa, 9 Februari 2021.

Baca juga: Terjadi Lagi, Ayah Kandung Cabuli Putrinya hingga Hamil

Dia mengatakan, pihaknya saat ini sedang menaruh fokus dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk tenaga medis (Nakes) di berbagai fasilitas kesehatan di Sumatera Selatan.

Namun pelaksanaan vaksin juga akan menyasar semua kalangan masyarakat, baik pejabat publik, pelayan publik dan masyarakat sudah disiapkan atau diagendakan sebelumnya.

Untuk vaksinasi wartawan yang sudah disiapkan 1.000 dosis, pihaknya meminta agar koordinator organisasi wartawan, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk mendata dan menyiapkan para wartawan yang akan mendapat vaksinasi.

"Kami minta untuk PWI mendata para wartawan. Mereka yang mendapat vaksinasi pasti mereka yang sudah memenuhi syarat dan ketentuan berlaku terkait penerima vaksinasi," jelasnya.

Herman Deru menyebutkan, data yang disampaikan PWI itu nantinya akan direkomendasi ke Dinas Kesehatan. Untuk pembagian vaksinasi bagi wartawan nantinya akan dilakukan secara proporsional.

"Wartawan itu salah satu mitra terbaik pemerintah, selama ini sudah membantu dalam mensosialisasikan dan mengedukasi terkait pencegahan COVID-19 kepada masyarakat luas, sehingga juga menjadi hal yang penting bagi kami," ujar dia.

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Lesty Nuraini menambahkan, profesi wartawan memang sudah seharusnya masuk daftar penerima vaksin, yang digolongkan dalam pelayan publik. Namun, dari segi mekanisme dan jumlah penerimanya belum ada arahan dari pusat.

"Sekarang vaksinasi sedang berlangsung, masih menyelesaikan peruntukan tenaga medis. Bila semua lancar, pada Maret- April mendatang giliran pejabat dan pelayan publik untuk divaksin. Disitu termasuk juga wartawan," terangnya.