Pemred Metro TV: Pemberitaan Metro TV Berdasarkan Fakta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemimpin Redaksi Metro TV Elman Saragih mengatakan pihaknya dalam menyiarkan dan menayangkan pemberitaan selalu berdasarkan fakta yang didapat dari lapangan bukan berdasarkan opini atau berita karangan.

"Metro TV selalu mengacu pada fakta yang ada, dan tidak ada penggiringan opini apapun. Dalam pemberitaan soal kasus yang melilit Partai Demokrat, seperti kasus mantan bendahara umum Nazaruddin misalnya, semuanya berdasarkan keterangan terdakwa di persidangan," tegas Pemred Metro TV, Elman Saragih kepada Tribunnews.com, di Jakarta, Kamis (23/2/2012).

Namun demikian, Elman menghargai aduan Demokrat ke KPI tersebut, dan menyebut sebagai langkah yang sudah tepat.

"Pengaduan ke KPI itu kita hormati, kita hargai, dan saya pikir itu (KPI) saluran yang tepat," ujarnya.

Elman Saragih menegaskan, seluruh pemberitaan Demokrat dalam kasus terdakwa Nazaruddin, tersangka Angelina Sondakh, maupun yang menyangkut kader-kader Demokrat lainnya selalu dilakukan secara berimbang. Bahkan ketika dilakukan dialog maka nara sumber dari Demokrat selalu dihadirkan.

"Sebagai media kita harus memberitakan fakta dan tidak boleh ngarang. Namun, kami hargai aduan itu, biar KPI yang mengkajinya," tandas Elman Saragih.

Seperti diberitakan, dalam aduan Partai Demokrat (PD) ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Wakil Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilu DPP PD, Ferry Julianto menilai dua media swasta yang diadukan yakni Metro TV dan TV One telah melanggar Pasal 5 UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

"Dua media swasta tersebut jelas telah melanggar UU penyiaran karena melakukan penggiringan opini dan monopoli kepemilikan media," ujar Ferry kepada wartawan dalam jumpa pers yang digelar di Gedung KPI, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2012).

Ferry menegaskan, pemberitaan kedua media besar tersebut  melanggar Pasal 36 ayat (4) dan (5) yang menyebutkan bahwa isi siaran wajib dijaga netralitasnya, tidak boleh mengutamakan kepentingan golongan tertentu dan isi siaran dilarang bersifat fitnah, menghasut, menyesatkan dan/atau bohong.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.