Pemuda di Makassar Tewas Diduga Tertembak saat Tawuran, Polisi Lakukan Penyelidikan

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi masih menyelidiki tewasnya pemuda bernama Zul (19) yang diduga terkena tembakan seusai tawuran di Jalan Sinassara, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar pada Selasa (1/11) malam. Kepala Polrestabes Makassar Komisaris Besar Budhi Haryanto bahkan langsung mengunjungi rumah korban untuk mengetahui kejadian sebenarnya.

Budhi mengaku sangat menyayangkan terjadinya tawuran di Jalan Sinassara yang menyebabkan Zul meninggal dunia. "Kedatangan saya ke sini tentunya yang pertama ingin mengetahui kejadian sebenarnya. Meski pun sekarang dari pihak kepolisian masih mendalami latar belakang dari peristiwa sebenarnya," ujarnya kepada wartawan, Kamis (3/11).

Meski masih melakukan penyelidikan, Budhi membantah ada luka tembak pada tubuh Zul. Ia mengatakan bisa saja korban terkena lemparan batu saat tawuran.

"Tidak ada (luka tembak). Jadi begini, ini masih proses penyelidikan. Namanya orang ribut, berantam tengah malam ini kan engga tahu kita. Mungkin bisa kena batu atau apa kita tidak tahu," tegasnya.

Penjelasan Ibu Korban

Ibu korban, Dewi berharap agar kejadian serupa tak terjadi lagi dan cukup menimpa putranya itu. Ia mengaku ikhlas atas apa yang terjadi terhadap anaknya.

"Semoga kejadian tidak terulang lagi. Cukup sekarang saja terjadi, Kami mengimbau seluruh masyarakat jangan ada kejadian lagi. Kami semua bersaudara, kami satu suku, untuk apa ada kejadian seperti ini," sebutnya.

Ia juga tidak tahu persis kejadian tersebut. Ia hanya mengetahui anaknya meninggal di rumah sakit.

"Saya tidak tahu kejadiannya, tahunya kami di rumah sakit sudah meninggal. Saya tidak tahu kejadiannya bagaimana. Kami diinformasikan sudah meninggal almarhum, itu saja yang kami tahu dan setelah ada di rumah sakit," ucapnya.

Sebelumnya, viral di media sosial seorang pemuda tewas seusai tawuran di Jalan Sinassara. Dalam keterangan video tersebut menyebutkan korban tewas akibat terkena tembakan polisi yang coba membubarkan tawuran. [yan]