Pemuda Hilang saat Memancing, Ternyata Didorong Teman ke Laut

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus hilangnya Nidar Muhammad (19), warga Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, akhirnya terbongkar. Pemuda itu ternyata dianiaya temannya lalu didorong dari atas perahu ke laut saat mereka berdua memancing ikan.

Hilangnya Nidar dilaporkan ibunya, Zainab Algadri ke Polres Sumba Barat Daya. Dia menyatakan putranya hilang sejak mencari ikan di perairan Weikelo, Kamis (26/5). Dia baru melaporkan kejadian itu ke polisi pada Senin (30/5) kemarin, setelah upaya pencarian yang dilakukan keluarga selama beberapa hari tidak membuahkan hasil.

Zainab melaporkan, putranya pergi memancing ikan bersama rekannya Kamaludin Ibrahim (42) pada Kamis (26/5) sekitar pukul 02.00 Wita. Mereka menggunakan perahu bermotor.

Pelaku Berdalih Dihantam Gelombang Tinggi

Berdasarkan laporan Kamaludin, angin kencang disertai gelombang tinggi menghantam perahu motor mereka. Posisi ketika itu diperkirakan 11 kilometer dari pesisir pantai.

Ketika itu, Kamaluddin menyatakan atap perahu motor terlepas, sedangkan dirinya dan korban dan terjatuh ke laut. Setelah berhasil naik ke atas perahu, pria itu mengaku tidak lagi melihat korban.

Kamaludin juga mengaku telah berusaha untuk mencari korban. Namun hingga Jumat (27/5) siang pukul 14.00 Wita korban tetap tidak ditemukan, sehingga dia memutuskan untuk kembali ke rumah.

Dia beralasan tidak memberi tahu keluarga korban karena ketakutan. Dia baru menyampaikan informasi itu pada Sabtu (28/5) sekitar pukul 10.00 Wita, saat keluarga akan melaporkan hilangnya Nidar ke polisi.

Hasil Penyelidikan Polisi

Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, Iptu Yohanes Balla mengatakan, setelah menerima dan membuat laporan polisi, pihaknya langsung ke lokasi kejadian mengumpulkan barang bukti.

"Kita juga mengumpulkan bahan dan keterangan dan memeriksa saksi-saksi. Kejadian tersebut telah dibuatkan laporan polisi dan sampai dengan saat ini, korban belum ditemukan dan masih dilakukan upaya pencarian oleh pihak keluarga," jelas Yohanes Balla, Selasa (30/5).

Penyidik Satreskrim Polres Sumba Barat Daya sudah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus ini. Polisi juga sudah mengamankan Kamaludin, sebagai pelaku yang mengakibatkan korban terjun ke laut.

"Kita sudah tahan pelaku dan statusnya sudah menjadi tersangka. Pelaku juga sudah mengakui perbuatannya," jelas Yohanes, Selasa (30/5).

Menurutnya, tersangka Kamaludin Ibrahim dijerat pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman selama 15 tahun penjara. "Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun," ujar Yohanes Balla.

Korban Dipukul dan Didorong ke Laut

Penyidik Satreskrim Polres Sumba Barat Daya telah memeriksa intensif terhadap Kamaludin Ibrahim, nelayan yang mencari ikan bersama korban Nidar Muhamad (19).

"Pelaku sekarang sudah diamankan di polres Sumba Barat Daya," tandasnya.
Dari hasil pemeriksaan, terungkap kalau Kamaludin sempat memukul korban. Bahkan dia mendorong pemuda itu ke dalam laut.

"Kamaludin Ibrahim diduga sebagai pelaku, yang mana korban sempat injak selang minyak dari perahu sampan," ungkap Yohanes.

Tindakan korban ini membuat Kamaludin emosi. Dia pun memukul korban sebanyak tiga kali dan mendorong korban ke laut. Dia meninggalkan korban tenggelam di laut. "Setelah pelaku meninggalkan korban, pelaku kembali ke tempat pelaku mendorong korban, namun pelaku sudah tidak lagi menemukan korban," kata Yohanes.

Selanjutnya pelaku kembali ke darat dan tidak memberitahukan kepada keluarga maupun orang tua korban, sehingga polisi langsung menahan pelaku pasca pemeriksaan. "Pelaku sekarang sudah diamankan di polres Sumba Barat Daya," tutup Yohanes. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel