Pemuda Indonesia Timur jadi Agen Pemberantas Hoaks

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) bersama U.S. Consulate General Surabaya bekerja sama membuat suatu program pemberdayaan pemuda di Indonesia Timur, sebagai agen literasi digital guna mencegah penyebaran hoaks lebih luas.

Ketua Program Literasi untuk Indonesia Timur Ni Made Amanda mengatakan, program ini dilaksanakan atas dasar riset-riset yang telah dilakukan Japelidi tentang kompetensi literasi digital anak-anak muda yang masih rendah.

"Kami berharap ini bisa menjadi program yang mampu meningkatkan literasi digital masyarakat timur. Kami juga bisa menemukan anak muda yang akan menjadi sosok perwakilan di wilayah timur," ucap Ni Made Amanda, melansir Antara, Selasa (5/10/2021).

Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 6 bulan yaitu dari 15 September 2021 hingga berakhir pada 28 Februari 2022. Program ini dilaksanakan di Provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Angie Mizeur, Public Affairs Officer U.S. Consulate General Surabaya, menambahkan, kurangnya literasi digital serta kemampuan membedakan informasi palsu atau disinformasi tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan pada seluruh anak muda di dunia.

Adapun beberapa pembicara lain yang hadir untuk bersama mendukung program literasi digital ini yaitu I Gusti Agung Putri Astrid Kartika sebagai Staf Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPPA RI).

Devie Rahmawati sebagai Tenaga Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kominfo, Ni Made Ras Amanda G. dari Universitas Udayana Bali, dan Christian Natamado Simanullang yang berasal dari pihak MyAmerica Surabaya.

Selain dianggap menjadi cara mencegah penyebaran hoaks, program literasi digital ini dapat dikatakan sebagai upaya masyarakat supaya tidak terjerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Amadea Claritta - Universitas Multimedia Nusantara

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel