Pemuda Mengamuk Ancam Gorok Leher Ulama di Depok

Ezra Sihite, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Seorang ulama di Depok, Jawa Barat, nyaris dianiaya oleh seorang pemuda. Peristiwa itu terjadi di Jalan Masjid I, Cinere pada Jumat dini hari, 30 Oktober 2020. Beruntung aksi percobaan penyerangan oleh pelaku dapat digagalkan oleh sejumlah santri yang ada di lokasi kejadian.

Kapolsek Limo, Ajun Komisaris Polisi Daru Wibowo Saputro, menuturkan kejadian bermula ketika MR (24 tahun) mendatangi kediaman H. Ahmad Tajul Aspia kira-kira pukul 03:15 WIB. Ketika itu, MR berteriak-teriak mencari sang ulama tersebut sambil menendang gerbang rumahnya.

“Awalnya saksi mendengar pelaku teriak-teriak, ‘Mana Haji Tajul, mana Haji Tajul mau saya gorok.’ Kemudian korban bersama sejumlah santrinya keluar dan langsung mengamankan pelaku,” kata Daru di Depok, Jumat 30 Oktober 2020.

Setelah berhasil diamankan, sejumlah saksi kemudian memeriksa tas kecil yang dibawa pelaku. Namun tak ditemukan benda mencurigakan.

“Hanya didapati dompet dan ponsel, tidak ditemukan senjata tajam atau benda keras,” kata Daru.

Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke polisi. Dari keterangan H. Ahmad Tajul, dirinya mengaku tidak pernah punya masalah dengan MR.

“Korban menerangkan lupa apakah sebelumnya sudah pernah bertemu terlapor (MR) atau belum, yang jelas korban tidak pernah ada masalah dengan terlapor,” ucap dia.

Usut punya usut, MR diduga mengalami gangguan kejiwaan. Kasusnya kini ditangani Polsek Limo.

Menurut keterangan ayah MR, anaknya itu sejak empat bulan terakhir mengalami perubahan karakter. MR kerap bicara sendiri, tertawa sendiri dan tidak bisa paham ketika diajak berkomunikasi

“Kata ibunya juga begitu. Sekitar empat bulan ini anaknya mengalami perubahan sifat, sering tidak sholat dan tidak mengaji. Saat ditanya menjawab lupa,” kata Kapolsek.

Bahkan MR juga kerap bertingkah aneh seperti membakar sampah di depan rumahnya sendiri.

“Saksi (keluarga) sudah mengantisipasi dengan tidur di depan rumah untuk mengontrol apabila anaknya keluar rumah,” ujarnya.

Namun sayangnya, sekira pukul 03:00 WIB, keluarga MR kecolongan. MR berhasil keluar rumah tanpa sepengetahuan keluarga. Dia kemudian mendatangi ulama.

Kepada polisi, orangtua MR mengaku jika anaknya pernah berobat pada H. Tajul. “Saksi menerangkan bahwa anaknya sudah dua kali berobat ke korban (H. Tajul) mengenai keadaan jiwanya dan diberikan obat berupa air putih oleh H Tajul,” ucap dia.

Atas sederet keterangan saksi dan penyelidikan, polisi memberi kesimpulan sementara bahwa pelaku yang berupaya melakukan penyerangan ulama mengalami gangguan jiwa. Saat ini sedang dirujuk ke RSJ Cilendek, Bogor. (ren)