Pemuda Pancasila Akan Tertibkan Anggotanya

INILAH.COM, Denpasar - Untuk mengendalikan anggotanya, serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila akan melakukan pendataan ulang dan membuat kartu tanda anggota.

Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, Yapto Soerjo Soermano mengatakan, organisasinya telah tersebar hingga pelosok desa sehingga dengan jumlah besar itu anggotanya sulit dikendalikan. Untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan, Yapto memandang perlu menertibkan anggotanya tersebut. Ia melihat salah satu cara efektif untuk mendata anggotanya, melalui pembuatan KTA (Kartu Tanda Anggota).

"Keberadaan Pemuda Pancasila sudah sampai ke desa-desa. Kami minta pengurus wilayah untuk mendata kembali anggotanya. Kami minta setiap anggota wajib dibuatkan KTA," tegas Yapto, di Denpasar, Selasa (3/7/2012).

Yapto menyatakan tujuan dari pendataan dan pembuatan KTA sangat penting di lingkungan masyarakat. Sebab menurut Yapto tidak sedikit oknum anggota Pemuda Pancasila yang melakukan tindakan terpuji. "Inilah tujuannya KTA. Sehingga kalau ada oknum-oknum yang mengatasnamakan Pemuda Pancasila bisa terdeteksi. Ya, kalau mereka berbuat baik dalam lingkungan masyarakat, tapi kalau seandainya berbuat jahat agar mereka cepat ditangkap," jelasnya.

Agar mampu menjadi teladan yang baik di masyarakat, Yapto meminta kepada semua anggota Pemuda Pancasila menunjukkan perilaku yang baik untuk ikut membangun bangsa dan negara. "Kami minta semua anggota Pemuda Pancasila mampu berbuat terbaik di tengah masyarakat. Sehingga menjadi panutan semua warga masyarakat," tandasnya.[bay]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.