Pemuda Pancasila Bantah Pukul Perwira Kopassus

Siti Ruqoyah, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVAPemuda Pancasila membantah adanya pemukulan yang dilakukan anggotanya terhadap Pamen Pusdiklat Kopassus. Organisasi masyarakat terbesar di Indonesia ini juga memastikan tidak ada perusakan sekretariat dan mobil milik Pemuda Pancasila oleh prajurit Pusdiklatpassus Batujajar.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Bandung Barat Deniswara didampingi Ketua PAC Kecamatan Batujajar Andri menjelaskan, video permohonan maaf dirinya yang viral merupakan respons atas adanya kesalahpahaman yang terjadi di lapangan. Namun tidak ada pemukulan atau perusakan seperti yang diberitakan media massa dan media sosial.

“Jadi berita terjadinya pemukulan terhadap Pamen Pusdiklatpassus, kami atas nama Ormas Pemuda Pancasila menyatakan tidak benar adanya. Dan mengenai pemberitaan adanya perusakan sekretariat dan mobil yang dilakukan oleh Pusdiklatpassus, kami juga menyatakan tidak benar,” kata Deniswara dalam keterangan persnya, Sabtu 20 Maret 2021.

Deniswara mengimbau seluruh pihak dan media massa tidak asal memberitakan sebelum konfirmasi kepada Pusdiklatpassus dan atau Pemuda Pancasila supaya kebenarannya bisa dipertanggungjawabkan. Pihaknya menyampaikan klarifikasi ini sebagai hak jawab atas pemberitaan yang masif akhir-akhir ini.

“Kami atas nama MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bandung Barat memohon maaf yang sebesar-besarnya terhadap TNI khususnya Pusdiklatpassus atas ketidaknyamanan dari pemberitaan. Tidak lupa kami atas nama ormas Pemuda Pancasila mengucapkan terima kasih sebesar besarnya kepada Pusdiklatpassus atas bimbingan serta arahannya,” katanya.

Terpisah, Wakil Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat Rio F Wilantara mengatakan, sudah tidak ada masalah antara Kopassus dengan Pemuda Pancasila. Permasalahan yang terjadi kemarin hanya sedikit miskomunikasi.

“Tidak ada perusakan dan kekerasan dalam permasalahan ini yang dilakukan kedua belah pihak. Kopassus dan Pemuda Pancasila bersepakat meningkatkan harmonisasi semangat pancasila dan kebangsaan di masyarakat,” ujarnya.

Rio mengimbau tidak ada pihak-pihak lain yang menunggangi dan memanfaatkan masalah ini, termasuk pemberitaan oleh media masa. "Jangan pernah mengusik Kopassus dan Pemuda pancasila, apalagi mengadomba,” tegasnya.