Pemuda Pekanbaru Bawa Senjata Tajam ke Pernikahan Teman, untuk Apa?

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Pekanbaru - Niat menghadiri pesta pernikahan teman berujung penjara bagi pria berinisial MH. Dia menginap di kantor Polsek Tampan, Pekanbaru, karena kedapatan membawa senjata tajam, Sabtu dini hari, 3 April 2021.

Kapolresta Pekanbaru Komisaris Besar Nandang Mu'min Wijaya mengatakan, kejadian bermula ketika dirinya bersama Kepala Polsek Tampan Komisaris Besar Hotmartua Ambarita dan puluhan polisi lainnya menggelar razia keamanan dan ketertiban masyarakat.

Salah satu titik razia adalah perbatasan Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar di Jalan HR Soebrantas Ujung, Kelurahan Tuah Madani. Satu persatu kendaraan yang melintas saat itu diberhentikan.

"Petugas memeriksa bawaan penumpang sebagai antisipasi terjadinya kejahatan," kata Nandang, Senin siang, 5 April 2021.

Salah satu kendaraan yang dihentikan adalah mobil Grand Livina. Di dalamnya ada pelaku bersama empat orang temannya dengan tujuan Sumatra Barat.

Dalam sebuah tas, petugas menemukan sebilah senjata tajam bersarung bentuk kepala burung. Pria MH yang bekerja sebagai mekanik mengakui itu merupakan miliknya.

"Katanya kepada petugas untuk jaga-jaga di jalan karena akan menghadiri pesta pernikahan teman di Solok, Sumatra Barat," kata Nandang.

MH lalu dibawa ke Polsek Tampan untuk penyidikan lebih lanjut. Sementara teman-temannya diminta keterangan sebagai saksi dan diperbolehkan pulang setelah pemeriksaan.

"Dia dijerat dengan Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951," ucap Nandang.

Nandang menyatakan, membawa senjata tajam dalam perjalanan sangat dilarang. Bisa jadi benda tajam itu dipergunakan oleh seseorang untuk berbuat tindak pidana.

Simak video pilihan berikut ini: