Pemuda Wonogiri Tewas Dikeroyok saat Nonton Dangdut, Jasad Dibuang ke Bengawan Solo

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang pemuda bernama Alan Suryawan (28), warga Dukuh Gunung Kukusan RT 003, RW 009, Desa Giriwono, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, tewas dikeroyok sejumlah pemuda lainnya. Penganiayaan itu terjadi saat mereka menonton konser musik dangdut di Dukuh Seneng RT 01, RW 06, Kelurahan Giriwono, Wonogiri.

Para pelaku kemudian membuang jasad korban kemudian dibuang di pinggir Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dukuh Grantang RT 03, RW 09, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan membenarkan kejadian tersebut. Jenazah korban ditemukan di pinggir aliran Sungai Bengawan Solo di Dukuh Grantang RT 02/03, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Nguter, pada 16 Juli 2022 lalu.

"Jadi, keluarga korban ini curiga tentang kondisi mayat korban yang ada luka-luka sehingga dilaporkan ke polisi. Korban kemudian diotopsi dan diketahui di mana korban mengalami luka retak tulang tengkorak akibat pukulan benda tumpul," kata Wahyu saat konferensi pers, Rabu (7/9).

Selain itu, paru-paru korban juga tidak kemasukan air sebagai tanda tidak tewas tenggelam di sungai. Korban sudah meninggal sebelum dibuang ke sungai.

Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan, diketahui korban dianiaya tiga orang. Ketiganya telah dijadikan tersangka, yakni: MTC (20), warga Giripurwo, Wonogiri, TNC (23), warga Jendi, Wonogiri, dan BS (25), warga Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar.

Kronologi Kejadian

Wahyu memaparkan kronologi kejadian itu. Awalnya korban bersama beberapa temannya disebut telah membuat onar dalam sebuah acara musik di Perum Safira Dukuh Seneng RT 01/06, Kelurahan Giriwono, Wonogiri.

"Korban kemudian ditangkap dan dianiaya oleh pelaku. Penganiayaan terjadi pada Minggu (3/7) pukul 01.00 WIB. Setelah itu korban dibuang di Sungai Bengawan Solo dan ditemukan di wilayah Sukoharjo pada 16 Juli 2022," ungkap Wahyu.

"Di mana pelaku ini saat menonton pentas musik tersebut dalam pengaruh minuman beralkohol," imbuh Wahyu.

Selain ketiga tersangka, petugas kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 3 unit sepeda motor yang dijadikan sarana untuk membuang korban, pecahan batu cor yang digunakan untuk memukul kepala korban, dan sejumlah barang bukti lainnya.

Saat diperiksa, pelaku mengakui perbuatannya. Pelaku menyebut inisiatif untuk membuang korban ke sungai, lantaran panik dan ingin menghilangkan jejak.

"Tersangka dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUH Pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun, dan atau pasal 351 ayat (3) KUH Pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun," pungkas Wahyu. [yan]