Pemudik Dilepas karena Membeludak, Polisi Jamin Tak Masuk Tujuan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kapolres Metro Bekasi Kabupaten, Komisaris Besar Polisi Hendra Gunawan membenarkan adanya pelepasan kendaraan pemudik di pos penyekatan Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat pada Minggu 9 Mei 2021 dini hari. Hal itu dilakukan buntut kepadatan kendaraan mudik kembali terjadi.

"Memang dibuka ini karena sudah terlalu padat, antrean juga sudah hampir 5 kilometer baik antrean motor maupun antrean mobil," kata Hendra kepada wartawan, Senin 10 Mei 2021.

Pasalnya lanjut dia, polisi menilai kondisi lalu lintas saat itu tidak kondusif lagi. Alhasil, diputuskan dilakukan diskresi Kepolisian dengan cara melepas kendaraan mudik.

"Ini dinamika supaya juga tidak terlalu berkerumun dan ini juga berpotensi kalau terlalu banyak berkerumun berpotensi jadi penyebaran penyakit," kata dia lagi.

Meski dilepas, tidak ada jaminan pemudik tersebut kata dia bisa sampai kampung halaman. Pasalnya, mereka telah berkoordinasi dengan Polres sekitar guna kembali melakukan penyekatan pada kendaraan yang lolos tersebut. Kata Hendra, tiap kota/kabupaten punya pos penyekatan masing-masing, sehingga ketika ada pemudik yang lolos melewati pos penyekatan tertentu, pemudik tersebut masih harus berhadapan dengan pos penyekatan lain.

Lebih lanjut dia mengatakan, situasi di Kedungwaringin sendiri telah kondusif. Setelah antrean kendaraan mulai terkendali, pemeriksaan di pos penyekatan kembali diberlakukan.

"Kami koordinasi dengan Karawang, Purwakarta Subang, Cirebon, daerah penyekatan lain untuk melakukan penyekatan kembali, tidak berarti kita lepas di sini di sana tidak disekat ya. Kami lepas sementara namun kita tutup lagi, koordinasi Bekasi, Karawang, Subang, Cirebon nanti kita selalu koordinasi," katanya lagi.

Sebelumnya diberitakan, pos penyekatan di Keduwaringin Kabupaten Bekasi tak bisa membendung ribuan pemudik. Alhasil pos penyekatan terpaksa dibuka petugas jaga, Minggu malam 9 Mei 2021. Ribuan kendaraan nekat keluar kabupaten Bekasi meski pemerintah sudah menerapkan larangan mudik untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Pantauan di lokasi, sempat terjadi ketegangan antara petugas dengan pemudik yang melawan arus. Para pengendara kesal karena masih dihadang meski sudah mengalami kemacetan berjam-jam.

Para pemudik kesal, lantaran pihak kepolisian masih melakukan penyekatan. Upaya itu mendapat perlawanan dengan cara membunyikan klakson secara bersamaan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel