Pemudik Gunakan Bus Diprediksi Naik 50 Persen Dibanding 2019, Ini Rute Favoritnya

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Organisasi Angkutan Darat (Organda) memprediksi jumlah pemudik dengan moda angkutan bus umum pada Lebaran Idulfitri 2022 lebih tinggi dibandingkan perayaan mudik sebelumnya.

Ketua Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan mencatat, estimasi kenaikan pemudik sendiri mencapai lebih dari 50 persen. Proyeksi tersebut lebih besar dibandingkan kenaikan jumlah penumpang saat mudik Lebaran sebelum pandemi Covid-19 yang hanya sebesar 20 persen.

"Kalau proyeksi yang pasti lebih tinggi dari mudik sebelum pandemi. Kenaikannya sekitar 50 persen lebih besar," ujarnya kepada Merdeka.com, Senin (25/4).

Shafruhan menyampaikan, tingginya proyeksi tersebut lantaran animo masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik tahun ini cukup tinggi. Mengingat, pemerintah sebelumnya melarang perjalanan mudik akibat pandemi Covid-19 selama dua tahun berturut-turut.

"Untuk pemudik tahun ini pasti lebih tinggi. Karena sebelumnya kan dilarang," tekannya.

Adapun, rute-rute favorit tujuan pemudik masih didominasi sejumlah kota di Provinsi Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta. Misalnya, Solo dan sekitarnya hingga Yogyakarta.

"Masih didominasi wilayah Jateng sekitarnya. Masih sama seperti sebelumnya," tutupnya.

Kemenhub Prediksi Jumlah Pemudik Idulfitri 2022 Capai 85,5 Juta Orang

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mempersiapkan sejumlah angkutan transportasi untuk melayani mudik Ramadan tahun ini. Sebanyak 85,5 juta penduduk diperkirakan akan mudik melalui berbagai alat transportasi.

"Tahun ini harus diantisipasi ada 85,5 juta orang melakukan mudik melalui berbagai transportasi. Angka ini naik 40 persen justru lebih banyak dibanding pandemi," kata Juru Bicara Menteri Perhubungan Adita Irawati, Jakarta, Senin (18/4).

Adita mengatakan, pihaknya terus memastikan berbagai transportasi siap melayani masyarakat. Tidak hanya itu, penerapan sejumlah syarat kesehatan untuk perjalanan terus dimaksimalkan agar dapat menekan penyebaran Covid-19.

"Kita harus memastikan moda dan transportasinya siap melayani. Di masa pandemi ada dua aspek yang menjadi perhatian, yaitu aspek kesehatan dan keselamatan. Kami terus melakukan pengecekan langsung kepada operator terkait dan memastikan modanya layak beroperasi," katanya. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel