Pemudik Harus Waspadai Cuaca Ekstrem dan Titik Rawan di Tol Solo-Ngawi

·Bacaan 3 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Ruas tol Solo-Ngawi sepanjang 91 kilometer diprediksi bakal dilewati satu juta lebih kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran 2022. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 29 April, sedangkan puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 7 Mei 2022.

PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) mengingatkan kepada para pemudik agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di jalan tol. Apalagi saat ini masih dalam kondisi musim hujan ekstrem yang menyebabkan munculnya genangan-genangan.

Untuk itu pihaknya meminta Jasamarga Tollroad Maintenance (PT JMTM) untuk memastikan selalu ada perawatan, sehingga genangan-genangan itu dipastikan aman dan tidak mengganggu arus mudik.

"Saya minta dari JNTM selalu memantau dan siaga terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem. Jadi kondisi terburuk adalah terjadinya hujan yang sangat tinggi, genangan-genangan yang sifatnya sejenak, tapi juga berpotensi membahayakan. Jadi dipantau kebersihan drainasenya," ujar Direktur Utama PT JSN Arie Irianto seusai Apel Gelar Pasukan Pelayanan Arus Lebaran 2022, Rabu (20/4).

Kecepatan Maksimal saat Hujan

Direktur Teknik dan Operasi JSN, M Historya Ayanda menyampaikan, ruas jalan tol Solo-Ngawi secara teknis sudah memenuhi syarat. Potensi genangan sudah diantisipasi dan diharapkan tidak akan terjadi. Kondisi itu terjadi hanya jika ada penyumbatan di sistem drainase. Kondisi itu sudah diantisipasi tim perawatan untuk dilakukan penyesuaian, agar air lebih mudah tersalurkan ke drainase existing.

Arie Irianto menambahkan, tidak ada titik rawan genangan yang spesifik di sepanjang ruas jalan tol Solo-Ngawi. Namun, pihaknya mengimbau kepada pengendara mobil untuk menjaga kecepatan kendaraannya maksimal di angka 70 kilometer (km)/jam saat hujan deras.

"Terkadang masih ada pengemudi yang kecepatannya 100 km/jam pada saat hujan. Apalagi kalau hujannya ekstrem. Jadi sebenarnya kalau kecepatan kendaraan bisa dijaga, saya kira masih bisa terkendali," jelasnya.

Titik Rawan

Terkait potensi kerawanan, Arie memprediksi bakal terjadi di seluruh rest area yang ada, yakni di dua sisi rest area Masaran Sragen atau 519, Sragen Timur atau 538 A dan B serta sepasang Rest Area 575 Ngawi.

Yang juga perlu diantisipasi adalah adanya lonjakan di Gerbang Tol Colomadu. Jika dari Solo ke arah Bawen padat, maka arus lalu lintas akan dialihkan ke Boyolali melalui gerbang Colomadu.

Pemantauan lainnya, dari sisi rasio, Arie memperkirakan volume harian tertinggi sebanyak 63 ribu kendaraan. Sedangkan soal nisbah volume/kapasitas (V/C ratio), juga dinilai masih sangat rendah, pada kisaran 0,2 sampai 0,3. Rasionya masih sangat jauh dari yang standar 0,7. Sebagai informasi, V/C ratio adalah perbandingan antara volume lalu lintas dengan kapasitas jalan.

"Artinya kalau V/C ratio-nya itu 1, kita punya 10 kamar semuanya terisi. Kalau 0,7 itu artinya 7 kamar terisi, ada 3 kamar yang kosong. Nah kalau V/C ratio kami masih 0,3 berarti masih sangat ideal," sambung Historya.

Sinergi dengan Ditlantas Polda Jateng

Sementara itu, puncak arus mudik akan terjadi pada 29 April 2022 dilanjutkan puncak arus balik pada 7 Mei 2022. Diprediksi selama H-10 sampai H+10 akan ada 780 ribu kendaraan yang akan masuk. Kemudian berangsur-angsur akan kembali diperkirakan sebanyak 777 ribu kendaraan.

"Ini cukup besar. Diperkirakan terjadi peningkatan kurang lebih 33 persen dibanding Lebaran 2019," pungkas Historya.

Kepala Unit 7 PJR Ditlantas Polda Jawa Tengah AKP Sarwoko menambahkan, pihaknya akan all out mendukung apa yang dilakukan PT JSN dalam Pelayanan mudik 2022.

"Kita betul-betul all out, semuanya bersinergi untuk mengantisipasi kepadatan yang terjadi di tol Solo-Ngawi. Intinya kita semuanya siap," tegasnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel