Pemudik sudah Bergerak, Kemenhub Ingatkan Potensi Macet yang Harus Diwaspadai

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sudah ada peningkatan pergerakan pemudik. Masyarakat diminta untuk bisa mengatur waktu perjalanan agar tidak terjebak kemacetan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut, pergerakan kendaraan sudah berada di angka lima hingga 10 persen pada sembilan hari sebelum Lebaran.

Dia mengklaim hal ini menjadi indikator kepatuhan publik atas imbauan pemerintah yang meminta berangkat mudik jauh sebelum lebaran.

"(Pergerakan kendaraan) udah naik, di bandingkan 2019, itu naik sekitar 5-10 persen, jadi mudah-mudahan ini berita baik juga," kata Budi di Kantor Jasa Marga Pasteur, Kota Bandung, Sabtu (23/4).

Meski demikian, ia mengimbau semua stakeholder tetap waspada. Pasalnya, prediksi pemudik meningkat 40 persen jika dibandingkan dengan angka tahun 2019 lalu.

Persiapan rekayasa jalan harus matang. Di antaranya lalu lintas satu arah di Tol Trans Jawa mulai dari KM 47 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung Semarang.

Kebijakan itu diprediksi menyebabkan limpasan arus ke jalur arteri pantai utara (pantura). Kepolisian dan pemerintah daerah harus bisa mengontrol serta mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, semacam kecelakaan lalu lintas.

"Tidak bosan saya sampaikan juga bahwa dari simulasi tadi, angka rasionya itu sangat tinggi atau mendekati titik macet maka imbauan Bapak Presiden untuk memajukan mudik ke hari ini, besok tanggal 25 itu dilakukan," bebernya.

"(Mudik di waktu mepet lebaran) ke Semarang bisa 12 sampai 13 jam," dia melanjutkan.

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan memastikan kendaraan pengangkut sembako tetap beroperasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. "Yang tidak boleh beroperasi itu hanya kepada kendaraan tiga sumbu," kata dia. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel