Pemudik Terjebak Macet di Pelabuhan Merak Belasan Jam, Wakapolri Minta Bersabar

Merdeka.com - Merdeka.com - Kemacetan kendaraan yang mengarah ke Pelabuhan Merak kian melebar. Tidak hanya didalam tol. Kemacetan meluas hingga jalur arteri.

Wakapolri Komjen Gatot Edy mengunjungi Pelabuhan Merak. Dalam kesempatan itu, Gatot mengakui ada peningkatan volume pemudik hingga menyebabkan antrean menuju pelabuhan Merak.

Hari biasa, kendaraan rata - rata 6.000 sampai 7.000 per hari. Sedangkan kemarin, 31.000 sampai 32.000 dalam satu hari. Terjadi peningkatan sejumlah kendaraan yang mudik dari Jawa ke Sumatera cukup signifikan.

"Nah ini yang menjadi panjangnya antrean yang masuk ke kapal roro ini," ujarnya di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Jumat (19/4).

Wakapolri menuturkan, berdasarkan evaluasi, antrean disebabkan volume kendaraan yang cukup tinggi. Ditambah faktor cuaca yang menghambat kapal menuju Bakauheni.

Wakapolri menitipkan pesan pada masyarakat yang akan melaksanakan mudik dan terjebak macet.

"Saya harapkan kepada saudara-saudara kita yang akan melaksanakan mudik, dengan menunggu waktu yang agak panjang ini agar bersabar, karena memang terjadi peningkatan volume kendaraan dan beberapa faktor lainnya. Mudah-mudahan kita berharap perjalanannya tetap aman, tetap nyaman, jaga betul situasinya dalam mengemudi,"ujarnya.

Gatot memastikan, Polri dan stakeholder lainnya telah melakukan upaya - upaya untuk mengurai kemacetan. Salah satunya memaksimalkan kapal yang beroperasi.

Contohnya kapal roro, awalnya hanya 34 kapal ditambah menjadi 40 kapal dan hari ini ditambah menjadi 42 kapal. ASDP juga sudah menyiapkan 1 kapal cadangan untuk tambahan apabila diperlukan.

"Maka semua dermaga sudah dioperasikan termasuk kapal yang membawa penumpang, bis bis dalam kendaraan ini mereka di bakauheni tidak lagu memuat, tapi mereka langsung kembali untuk percepatan dalam rangka kita melayani saudara2 kita yang akan mudik ke arah sumatra," jelasnya. [noe]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel