Pemukul Pramugari Sriwijaya Air: Saya Penumpang, Saya Raja!

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketika pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 078 akan mendarat, ketegangan antara Nur Febriani dengan Kepala BKPMD Babel Zakaria Umar Hadi, kembali terjadi.

Saat hendak melakukan pengecekan kembali karena pesawat akan mendarat, Febriani sempat berbicara kepada temannya, bahwa Zakaria masih marah.

"Tapi, saya cuma senyum sama dia. Saya sama sekali tidak menyangka akan ada kelanjutan apa-apa lagi. Saya kira selesai sampai di situ," ucapnya.

Setibanya di Pangkalpinang, Febriani bersama temannya yang juga menegur Zakaria, berdiri di belakang untuk membantu penumpang yang akan turun.

Zakaria saat itu turun paling belakangan. Kemudian, Zakaria mendatangi Febriani dan marah-marah.

"Jangan kasar kamu, lain kali lebih sopan dan sebagainya," ungkap Fabriani mencoba mengingat ucapan Zakaria.

Febriani dan temannya hanya bisa kaget melihat kejadian itu. Tiba-tiba, Zakaria memukul pipi Febriani dengan gulungan koran.

Febriani lantas berusaha lari dan menjauhi Zakaria, serta bermaksud menghubungi Kapten Erwin B, sang pilot.

"Karena, apapun yang terjadi di belakang, kapten dan seluruh kru harus tahu. Jadi, saya berusaha meraih telepon terdekat. Tapi, bapak itu kayak menahan dan mendorong saya. Setelah mendorong, dia pukul saya lebih kencang lagi, di arah telinga, pakai koran yang digulung tadi," ungkapnya mengenang kejadian tersebut.

Saat berbicara bersama Tribunnews.com di rumahnya di Jalan Kemang Utara 33 Kavling 9, Jakarta Selatan, Jumat (8/6/2013), Febriani sempat menitikkan air mata mengenang kejadian yang baru pertama kali ia alami.

"Kalau dia bilang hanya menempelkan di pipi, sampai saat ini telinga saya cuma bunyi ngung...ngung...Saya tidak bisa apa-apa lagi," tuturnya.

Ditemani adiknya, Shita Destya, Febriani kembali menuturkan, setelah telinganya dipukul, ia berlari meraih telepon terdekat yang jaraknya sekitar dua meter. Ia pun langsung bicara melalui telepon kepada kapten pesawat, bahwa dirinya ditampar seseorang.

Kapten Erwin langsung keluar dari balik kendali pesawat, dan mengejar Zakaria. Sementara, teman Febriani yang sama-sama pramugari, berteriak kepada penumpang lain untuk menangkap Zakaria.

"Tangkap bapak itu...tangkap bapak itu," ucap Febriani menirukan kata-kata temannya.

Kemudian, Zakaria turun seolah tanpa dosa. Febriani pun lari menghampiri kapten, untuk mendokumentasikan luka memar yang dialaminya di leher, tepatnya di bawah telinga kiri.

Kala itu, Zakaria tidak mengaku sudah memukul Febriani. Zakaria marah-marah dan sempat dilerai oleh kapten dan awak pesawat yang lain.

"Saya penumpang, saya raja, biar kapok dia. Saya beli tiket pakai uang. Biar kapok, biar kapok, biar kapok!" ucap Febriani menirukan kata-kata Zakaria.

Akhirnya, kru pesawat berusaha menyelesaikan masalah dngan baik-baik di Kantor Sriwijaya di Bandara Pangkalpinang. Namun, Zakaria tidak mau dibawa ke Kantor Sriwijaya.

"Bapak itu sempat bilang kalau saya memfitnah, bahwa saya dipukul sama dia. Dia katakan dia hanya menempelkan (koran) di pipi saja. Tapi, alhamdulillah di situ ada beberapa saksi. Bahkan, salah satu penumpang sampai menangis, dia bilang, saya lihat mbak ini dipukul seperti apa," ungkapnya.

Kemudian, pihak Sriwijaya Air meminta Kapten Erwin menyelesaikan kasus tersebut ke polisi, karena masalah tak kunjung selesai. Febriani pun membuat laporan di polsek tak jauh dari bandara. Ia langsung divisum dan membuat berita acara pemeriksaan. (*)

Baca Juga:

  • Selain Syok, Pramugari Sriwijaya Air Alami Gangguan di Telinga
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.