Pemulihan Ekonomi Global Berlanjut hingga 2022 Jadi Fokus Presidensi G20 Indonesia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyambut kepresidenan Indonesia dalam G20 pada 2022 mendatang. Ia mengatakan bahwa kepresidenan ini akan fokus pada penguatan multilateral dan kemitraan global yang efektif untuk pulih bersama, dan memastikan bahwa negara-negara di dunia dapat pulih lebih kuat dan lebih tangguh.

Hal itu ia sampaikan dalam acara International Conference : Road to Indonesia G20 yang digelar secara daring oleh Kementerian Keuangan RI pada Kamis (11/11/2021).

"Kepresidenan Indonesia untuk G20 akan menekankan bidang-bidang prioritas seperti mempromosikan produktivitas, meningkatkan ketahanan, dan stabilitas serta memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif," ujar Gubernur Perry Warjiyo.

Gubernur Perry menekankan 4 poin yang mengaitkan topik konferensi internasional Road to Indonesia G20 dengan tema kepresidenan Indonesia G20 yaitu Recover Together, Recover Stronger.

"Pertama, bagaimana koordinasi internasional dapat diperkuat untuk membuat pemulihan ekonomi global lebih seimbang dan tertibnya normalisasi kebijakan," jelasnya.

Seperti yang diperkirakan, pemulihan ekonomi global akan berlanjut pada tahun 2022, ditambah dengan cepatnya peluncuran vaksinasi serta stimulus yang cukup besar baik dari fiskal maupun kebijakan moneter. Hal itu terlihat dari sejumlah negara yang sudah berencana untuk menormalkan atau keluar dari stimulus ini, baik fiskal atau moneter.

"G20 akan membahas penetapan kebijakan untuk kelancaran normalisasi dan strategi yang ada, dengan memperhatikan perbedaan kecepatan dan kondisi antar negara," terang Gubernur Perry.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pentingnya Komunikasi

Presiden Jokowi menghadiri KTT G20 sesi II dengan topik perubahan iklim, energi dan lingkungan hidup, Roma, 31 Oktober 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi menghadiri KTT G20 sesi II dengan topik perubahan iklim, energi dan lingkungan hidup, Roma, 31 Oktober 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Gubernur Perry juga menekankan pentingnya komunikasi, terutama dari negara-negara maju untuk memastikan pasar keuangan global tetap stabil dan kondusif serta untuk mempersiapkan negara-negara lain, terutama pasar negara berkembang, dalam mengantisipasi dan menangani risiko spillover dengan kebijakan yang tepat.

"Poin kedua, adalah tentang bagaimana mengatasi efek dari pandemi COVID-19 guna mengamankan pertumbuhan di masa depan," lanjutnya.

Kemudian poin ketiga, Ketiga, adalah bagaimana digitalisasi terus memainkan peran penting bagi ekonomi global.

"Oleh karena itu, kepresidenan G-20 Indonesia akan mengedepankan pembahasan tentang peran digitalisasi dalam mendukung pemulihan ekonomi, khususnya sistem pembayaran di area digital," tutur Gubernur Perry.

Poin terakhir, adalah perubahan iklim dan keuangan berkelanjutan, yang terdiri dari sejumlah dimensi, yaitu: penanganan risiko makro ekonomi dari perubahan iklim, termasuk pembahasan risiko transaksi, serta kemajuan implementasi road map keuangan berkelanjutan G-20 seperti yang dibahas bulan lalu oleh Menteri Keuangan negara G-20 dan gubernur bank sentral.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel