Pemulihan Ekonomi AS Ngebut, Rupiah Anteng di Atas Rp14.600 Per Dolar

Raden Jihad Akbar, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih melemah pada perdagangan Rabu, 14 April 2021. Rupiah masih terus bergerak di kisaran atas Rp14.600 per dolar AS.

Di pasar spot, hingga pukul 11.00 WIB, rupiah telah ditransaksikan di level Rp14.620 per dolar AS. Melemah 0,1 persen dari level penutupan kemarin Rp14.605 per dolar AS.

Sementara itu, data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) terbaru 13 April 2021 mematok nilai tengah rupiah di level Rp14.648 dari Rp14.631 sebelumnya.

Baca juga: Menaker Ida Ungkap Masih Ada ABK RI Jadi Korban Perbudakan

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan, terus tertekannya nilai tukar rupiah saat ini masih dipicu oleh sentimen pelaku pasar keuangan terhadap ekonomi AS.

"Meningkatnya harapan pemulihan ekonomi yang cepat dari COVID-19 yang berdampak terhadap imbal hasil US Treasury membuat investor menjauh dari aset beresiko," katanya.

Menurut Ibrahim, sebuah survei yang diterbitkan pada awal pekan ini oleh Federal Reserve Bank of New York juga mengatakan bahwa konsumen AS menaikkan ekspektasi inflasi mereka.

Dari dalam negeri, dia menilai sentimen positif pelaku pasar keuangan dan ekonomi pada dasarnya juga masih terbentuk. Terutama dengan terus turunnya penyebaran kasus COVID-19.

"Apalagi masyarakat sudah mulai di vaksinasi sehingga menambah gaya gedor tersendiri bagi pemerintah untuk terus optimis COVID-19 akan segera berakhir," paparnya.

Dengan berbagai perkembangan tersebut, Ibrahim memperkirakan, mata uang rupiah masih akan diperdagangkan berfluktuasi namun ditutup melemah di rentang Rp14.590-14.630 per dolar AS.