Pemutilasi Wanita di Semarang Sempat Datangi Rumah Orang Tua Korban Sebelum Kabur

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik terus mendalami kasus pembunuhan disertai mutilasi di Semarang. Tersangka pelaku, Imam Sobari (32), ternyata sempat mendatangi rumah orang tua korban Kholidatunnimah di Tegal setelah melakukan aksi keji itu.

Imam menemui orang tua korban untuk mempertanyakan keberadaan anaknya yang diasuh orang tua korban.

"Sempat datang ke Tegal menanyakan anaknya. Dia juga sering memberi barang untuk anaknya. Usai bertemu akan lari ke Tulung Agung, Jatim. Tanpa menunggu lama petugas menangkap pelaku di Purworejo saat naik kereta," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Selasa (26/7).

Dipenjara karena Cabuli Korban

Dari hasil pengembangan, pelaku ternyata pernah terlibat kasus pencabulan terhadap Kholidatunnimah. Setelah bebas, pelaku mencari korban yang kerja di Kabupaten Semarang.

"Pelaku pernah melakukan pencabulan terhadap korban tahun 2015 hingga punya anak (sekarang) umur 5 tahun. Saat dicabuli korban masih di bawah umur, keluarganya tidak terima, dilaporkan ke Polres Tegal. Pelaku divonis 10 tahun dapat remisi menjalani 6 tahun," ungkapnya.

Pelaku menemui korban di Kabupaten Semarang dengan maksud kembali menjalin hubungan. Saat berbincang, pelaku merasa tersinggung. Karena marah, dia langsung mencekik leher korban hingga meninggal dunia.

Mutilasi Korban Selama Tiga Hari

Mengetahui korban sudah tidak berdaya, pelaku membopong tubuh korban ke dalam kamar mandi kos. Di dalam kamar mandi, pelaku melakukan aksi sadis dengan memotong tubuh korban menjadi 11 potongan dengan pisau dapur milik pelaku.

"Pelaku mutilasi tubuh korban bagian lutut dan pangkal paha. Jadi selama tiga hari dimutilasi," ungkapnya.

Setelah melakukan mutilasi, tersangka kemudian memasukkan potongan tubuh korban ke dalam tujuh kantong plastik dan dibuang di sejumlah tempat. Potongan kaki dibuang di lahan sebelah Pabrik PT Starwig Tegalpanas, potongan tangan di Sungai Kretek Kalongan Kecamatan Ungaran Timur.

"Kemudian, potongan dada dan perut dibuang di Sungai Wonoboyo, Kecamatan Bergas. Sedangkan potongan kepala dibuang di sungai samping Cimory Bergas. Yang tidak ketemu tubuh bagian jeroan, menurut pengakuan tersangka jeroan dibuang di kloset," jelasnya.

Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika mengatakan tersangka dijerat Pasal 339 KUHP subsidair Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, subsidair Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan.

"Ancaman hukuman 20 tahun penjara maksimal seumur hidup," kata Yovan. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel