Penabrak Penjual Gorengan hingga Tewas di Palembang Ternyata Dokter TNI AL

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang penjual gorengan berinisial ML (50) tewas setelah ditabrak mobil Pajero, Selasa (15/11). Sementara anaknya yang bekerja sebagai tukang tambal ban, KR (35), mengalami patah tulang pinggang.

Identitas pengemudi Pajero diketahui Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) inisial US (27) yang berpangkat Letda Laut. US merupakan seorang dokter AL yang bertugas di Palembang.

"Pengemudinya anggota TNI AL dan seorang dokter," ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang Iptu AR Sikakum, Rabu (16/11).

Pelaku kooperatif selama pemeriksaan oleh penyidik. Setelah olah TKP dan pemberkasan rampung, pelaku akan diserakan ke satuannya.

"Nanti setelah rampung langsung kita serahkan ke POM AL," ujarnya.

Dari keterangan yang didapat dalam pemeriksaan penyidik, pelaku tidak bisa mengendalikan mobilnya saat menghindari sepeda motor yang ada di depannya. Pelaku langsung membanting setir ke kiri dan tak sempat menginjak rem.

"Mobil menabrak tambal ban dan gerobak gorengan beserta penjualnya, lalu mobil baru berhenti setelah menabrak tiang listrik dan pohon," ujarnya.

Diketahui, kecelakaan maut terjadi di Jalan RE Martadinata Lemabang, Palembang, Selasa (15/11) siang. Seorang penjual gorengan tewas dan tukang tambal ban mengalami patah tulang pinggang akibat ditabrak mobil Pajero.

Peristiwa itu bermula saat mobol Mitsubishi Pajero warna hitam dengan nomor polisi BG 1068 IM yang dikemudikan seorang wanita melaju kencang dari Lemabang menuju Pusri. Tiba-tiba mobil itu oleng ke kiri dan menabrak gerobak gorengan dan tambal ban.

Mobil berhenti ketika menabrak pohon dan tiang listrik di sisi kiri jalan. Ban belakang mobil masuk ke parit dan dua ban depan menyeberanginya.

Akibat tabrakan yang kuat, membuat penjual gorengan seorang wanita, ML (50), tewas di tempat. Sedangkan tukang tambal ban, KR (35), dilarikan ke rumah sakit karena patah tulang pinggang dan luka di beberapa bagian tubuhnya.

"Kedua korban adalah ibu dan anak. Luka dirawat di RS Pelabuhan atas permintaan keluarga," kata Sikakum. [cob]