Penak Seduluran di Piala Presiden 2022: Kampanye Damai Suporter Indonesia

Bola.com, Jakarta - Piala Presiden 2022 memberi warna tersendiri tahun ini. Tak cuma jadi ajang pramusim jelang Liga 1 2022/2023, turnamen ini juga menghadirkan kampanye penak seduluran yang memiliki makna lebih enak menjalin persaudaraan.

Piala Presiden 2022, di sisi lain, menandai era baru sepak bola Indonesia pascapandemi COVID-19. Setelah melalui kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 tanpa kehadiran suporter, kini, dengan penyesuaian, penonton bisa menyaksikan secara langsung tim kesayangannya di stadion.

Solo, Samarinda, Bandung, dan Malang dipilih sebagai tuan rumah Piala Presiden 2022. Suporter, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, antusias menyambut hadirnya sepak bola sebagai sarana hiburan.

Sejauh ini Piala Presiden 2022 berjalan cukup lancar. Nyaris tidak ada bentrokan antarsuporter yang terjadi. Beberapa gesekan memang terekam di sana-sini, tetapi kampanye penak seduluran membuat penyelenggaraan turnamen pramusim ini menjadi lebih bermakna.

Jatang Gayeng

Winger PSIS Semarang, Taisei Marukawa mendapatkan tekel keras dari bek Persis Solo, Andri Ibo dalam lanjutan Piala Presiden 2022 di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah (21/6/2022) (Dok. PSIS Semarang)
Winger PSIS Semarang, Taisei Marukawa mendapatkan tekel keras dari bek Persis Solo, Andri Ibo dalam lanjutan Piala Presiden 2022 di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah (21/6/2022) (Dok. PSIS Semarang)

Hasil drawing Piala Presiden 2022 sangat menarik, di mana Grup A berisikan tuan rumah Persis Solo dan dua tim bertetanggaan, yakni PSS Sleman, dan PSIS Semarang. Secara historis, ketiga tim ini merupakan rival dan tak jarang mendapatkan atensi keamanan berlebih.

Namun yang terjadi di lapangan justru jauh dari kesan kacau. Suporter dari ketiga tim sudah jauh hari kompak menyuarakan pesan perdamaian. Dari situ muncul istilah penak seduluran.

Stadion Manahan yang biasanya memerah oleh lautan Pasoepati dan kelompok suporter lainnya, terbukti bisa menampilkan warna-warna lain. Hijau, biru, merah, semua tampak membaur.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ikut terbawa suasana. Sebagai orang tertinggi di provinsi tersebut, ia turut menyampaikan kampanye penak seduluran saat menghadiri car free day di Solo.

"Maka suasana persahabatan mesti betul-betul kita tunjukkan. Mari kita tunjukkan bahwa sepak bola itu menarik, damai, menghibur, dan sepak bola itu mengedukasi," ucapnya.

"Saya senang tadi di CFD, ada spanduk Persis Solo dan PSIS Semarang yang dibentangkan oleh suporter. Menurut saya itu cara-cara bagus, menyiapkan prakondisi agar semua berjalan lancar. Buat para suporter, ayo tertib saat menonton, beri semangat tim kesayangan tapi dengan damai," pungkasnya.

Trending di Media Sosial

Upaya untuk menciptakan Piala Presiden 2022 yang seru, menghibur, dan tentunya aman untuk semua kalangan tidak cuma dilakukan panitia dan otoritas terkait saja. Beberapa kelompok suporter pun selalu siaga mewujudkan itu semua.

Contoh nyata adalah dari Pasoepati, kelompok suporter Persis Solo. Gegap gempita usai lolos ke Liga 1 2022/2023 dirayakan dengan suka cita dan tanggung jawab. Tak cuma kreasi di tribun, mereka juga menyambut baik fans lawan yang menginjakkan kaki ke Bumi Sambernyawa.

Galih Ndog, Ketua Umum Panser Biru, kelompok suporter PSIS Semarang, mengapresiasi inisiatf kampanye penak seduluran. "Karena sejatinya sepak bola itu untuk mempersatukan."

Hal menarik juga dilakukan oleh Brigata Curva Sud (BCS), kelompok suporter PSS Sleman. Tak cuma mengimbau untuk saling menjaga keamanan selama menonton duel panas kontra Persis, mereka juga mengampanyekan ketertiban.

"Sekedar mengingatkan. Hormati pengguna jalan lain, saat berada di dalam stadion dimohon untuk tidak berdiri di atas kursi. Kulo nuwun Solo," bunyi imbauan BCS.

Venue Lain Tak Kalah Asyik

<p>Bobotoh dan Bonek terlihat akrab saat hendak menyaksikan duel Persib Bandung vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan Piala Presiden 2022, Jumat (17/6/2022). (Bola.com/Muhammad Faqih)</p>

Bobotoh dan Bonek terlihat akrab saat hendak menyaksikan duel Persib Bandung vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan Piala Presiden 2022, Jumat (17/6/2022). (Bola.com/Muhammad Faqih)

Tak cuma di Solo saja, kelompok-kelompok suporter di venue lain pun turut memeriahkan pesta sepak bola di turnamen Piala Presiden 2022. Di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, misalnya, ratusan Maczman, fans PSM Makassar, juga diterima sangat baik oleh Aremania di sana.

Pada laga Arema FC versus PSM, meski tuan rumah kalah, tidak ada insiden keributan antarsuporter. Aremania menyambut baik kehadiran Maczman, juga terhadap suporter Persik Kediri dan Persikabo 1973.

Di Bandung lebih asyik lagi. Kedekatan emosional antara Bobotoh dan Bonek membuat segalanya lebih cair. Bahkan, bekerja sama dengan pihak Kepolisian setempat, ribuan suporter Persebaya Surabaya disediakan tenda selama penyelenggaraan Piala Presiden.

"Alhamdulillah dibantu Polda Jabar akan ada tenda sekitar 60 tenda kapasitas 3600 semua. jadi 60 per tenda. Polda Jabar juga akan membantu dapur umum dan pengamanan juga ini kita jaga sama-sama," kata Yana kepada wartawan, Jumat (10/6/2022).

"Mudah-mudahan karena Bonek dan Bobotoh ini relatif bersahabat ini kami harap Bobotoh sama-sama dengan Bonek jaga kondusivitas,"  katanya.

"Ini kan juga butuh kalau mau nonton. Kalau enggak ini ada sanksi nanti kalau ada apa-apa kasihan dengan klub kita juga sebagai panpel yah," tambahnya.

Solidaritas untuk Ahmad Solihin dan Sopiana Yusuf

Aksi massa yang diikuti bobotoh sebagai bentuk duka setelah ada dua pendukung Persib Bandung yang meninggal karena insiden berdesakan di pintu masuk Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (17/6/2022). (Bola.com/Muhammad Faqih)
Aksi massa yang diikuti bobotoh sebagai bentuk duka setelah ada dua pendukung Persib Bandung yang meninggal karena insiden berdesakan di pintu masuk Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (17/6/2022). (Bola.com/Muhammad Faqih)

Terlepas dari citra positif yang coba dikumandangkan oleh suporter, masih saja ada insiden yang menyahat hati. Dua Bobotoh, Ahmad Solihin dan Sopiana Yusuf, meninggal dunia saat hendak menyaksikan duel Persib Bandung vs Persebaya Surabaya.

Hingga berita ini turun, kepolisian, dibantu panpel pertandingan, masih terus menyaring sebanyak mungkin informasi mengenai penyebab meninggalnya Solihin dan Yusuf. Aliran doa mengalir deras dari banyak pihak, tak terkecuali kelompok suporter lainnya.

"Brigata Curva Sud turut menyampaikan rasa berduka atas berpulangnya dua suporter Persib Bandung, Ahmad Solihin dan Sopiana Yusuf. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali ke depannya di mana pun. Untuk almarhum, semoga amal ibadahnya diterima di sisiNya," bunyi cuitan BCS.

"Turut berduka cita atas berpulangnya dua suporter pada pertandingan Piala Presiden di Stadion GBLA Jumat malam. Semoga Almarhum husnul khatimah. Jangan ada lagi korban jiwa karena sepak bola. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua," pengurus pusat Jakmania menambahkan.

Aksi damai juga dilakukan suporter Persib Bandung. Mereka mengibarkan bendera setengah tiang dan menyalakan lilin di halaman Graha Persib.

Perwakilan massa aksi, Tobias Ginanjar mengatakan aksi tersebut sebagai bentuk bela sungkawa atas meninggalnya dua Bobotoh. Dia juga menyesalkan dengan adanya insiden di Stadion GBLA.

"Kita sangat menyesalkan karena memang kejadian itu tidak perlu terjadi jika semua pihak menjalankan prosedur dan kesiapannya baik," kata Tobias Ginanjar kepada wartawan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel