Penalti PSS Sleman Bikin PSM Makassar Kena Mental

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pelatih PSM Makassar, Syamsudin Batola tak memungkiri anak asuhnya terganggu dengan hukuman penalti dari wasit di babak pertama melawan PSS Sleman, kemarin. Kedua tim bentrok di Stadion Manahan, Solo dalam perebutan tempat ketiga Piala Menpora 2021.

PSM mendapatkan hukuman penalti karena Hasim Kipuw melanggar Irkham Mila. Wasit tanpa ragu langsung menunjuk titik putih.

Irfan Jaya sebagai eksekutor tendangan penalti PSS melakukan tugasnya dengan sangat baik.

Akan tetapi, Syamsudin mengatakan setelah hukuman penalti itu mental anak asuhnya menurun. Walau dia sendiri mengaku tidak tahu apakah keputusan wasit itu sudah tepat.

"Saya merasa penalti ini kontroversial. Pelanggarannya saya kurang tahu apa benar atau tidak, akhirnya pemain saya drop," kata Syamsudin dalam konferensi pers usai pertandingan.

PSM sempat menyamakan kedudukan pada menit 58 lewat tendangan bebas dari Sutanto Tan. Tapi selang tujug menit kemudian, Irkham Mila membawa PSS kembali unggul 2-1.

Secara permainan, Syamsudin menganggap anak asuhnya mengikuti instruksi. Namun memang ada keputusan darinya yang menurunkan pemain debutan.

Keputusan itu dilakukan untuk menambah jam terbang pemain. Sayang kesempatan tersebut tidak bisa dimaksimalkan.

"Permainan tim sudah sesuai dengan instruksi. Ada pemain debutan, dan beberapa dari mereka belum bisa maksimal," ujarnya.

"Kami memberi kesempatan kepada pemain muda karena mau lihat sampai di mana kemajuannya. Tapi ternyata masih grogi dalam bermain," imbuhnya.