Penambangan Pasir Merapi Sungai Woro Kembali Bergeliat

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

Klaten (ANTARA) - Penambangan pasir Merapi di alur Sungai Woro, tepatnya di Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali bergeliat sehingga memberi harapan warga setempat untuk memperoleh penghasilan dari usaha tersebut.

Berdasar pantauan ANTARA, sejak Sabtu pagi belasan truk pasir tampak hilir mudik di kawasan tersebut dengan mengangkut pasir Merapi hasil tambang.

Jumlah truk memang tak sebanyak sebelum erupsi gunung berapi itu 2010 lalu, namun dibanding masa awal pascaerupsi, angkanya sudah menunjukkan peningkatan.

"Setelah letusan Merapi 2010 lalu penambangan pasir di sini sempat kalah dengan di Sleman, Yogyakarta yang mengambil pasir dari Kali Gendol. Tetapi kini tampaknya aktifitas penambangan di alur Sungai Woro ini kembali bergeliat," kata Muhtarom, salah satu penambang di sela aktifitasnya memasukkan pasir ke dalam sebuah bak truk.

Menurut dia sebelum erupsi penambangan pasir di alur Sungai Woro menjadi salah satu tujuan truk pengangkut pasir milik pengusaha asal Solo, Sukoharjo, dan Sragen.

Setelah erupsi, kata dia, keadaan sedikit berubah karena truk-truk pasir yang biasanya mengambil pasir di Sungai Woro beralih ke Kali Gendol karena jumlah pasir Merapi yang "tumpah" ke alur sungai tersebut melimpah, selain itu medan untuk mencapai tempat tersebut juga lebih mudah.

"Alhamdulillah sudah sekitar tiga bulan terakhir ini truk yang masuk ke Desa Kendalsari untuk mengambil pasir semakin bertambah," ujar Suwono, penambang lain.

Meski demikian para penambang pasir secara manual menggunakan serok sederhana ini menganggap jumlah truk pasir yang mengambil hasil tambang tersebut pascaLebaran jumlahnya masih minim.

"Tiga hari sebelum Lebaran truk pasir dilarang beroperasi karena dikhawatirkan mengganggu arus mudik, dan baru diizinkan melintas di jalan raya setelah H+1. Tapi hingga kini truk yang datang belum sebanyak sebelum Lebaran," tambah Suwono.

Penambangan pasir Merapi, kata dia, kini menjadi tumpuan puluhan warga setempat untuk mencari penghasilan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari selain beternak.

Pengisian pasir sebanyak satu rit membutuhkan empat hingga lima orang penambang, dengan upah Rp120 ribu untuk satu kali pengisian.

"Sekali mengisi pasir ke dalam bak truk saya mendapat upah sekitar Rp30.000. Biasanya dalam sehari bisa melakukan tiga sampai lima kali pengisian, tapi setelah Lebaran ini maksimal hanya dua kali karena truk yang kembali beroperasi untuk mengangkut pasir belum banyak," ungkap Muji, penambang lain.

Sementara itu, seorang sopir truk, Prayoga, yang saat itu tampak sedang menunggui pengisian pasir ke dalam bak truk mengatakan bahwa masih minimnya kendaraan berat yang mengambil pasir di tempat tersebut ditengarai oleh masih tersedianya stok pasir di tingkat pengusaha material.

"Sebelum Lebaran sebagian besar pengusaha memilih mengebut pengambilan pasir untuk menghindari kekurangan stok lantaran saat arus mudik-balik operasi kendaraan berat dilarang," katanya.


Kemungkinan saat ini stok pasir yang mereka ambil sebelum Lebaran itu masih tersedia dan mencukupi kebutuhan konsumen, jadi belum mulai beroperasi lagi, katanya.

Meski demikian, beberapa penambang yang setiap harinya menunggu truk pasir di tiap titik tertentu jalur penambangan itu mengaku bersyukur karena penambangan pasir di alur Sungai Woro tak benar-benar ditinggalkan.


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...