Penampakan Kendaraan Mewah Kasus TTPU Narkoba, Ada 5 Harley hingga 4 Mobil Jaguar

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Dittipidnarkoba Bareskrim Polri membongkar kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil pengungkapan penyelundupan 47 kilogram narkoba berjenis sabu dengan tersangka Fauzan Afriansyah alias Vincent bin Samir.

Berdasarkan pantauan merdeka.com, Jumat (9/9), polisi menyita sederet barang bukti dari kasus dengan Nomor LP : SP-19/IX/ 2022/DITTIPIDNARKOBA tersebut.

Polisi menyita mulai dari setumpuk uang berjumlah Rp100 juta dan berkas dokumen terkait kepemilikan kurang lebih 46 unit tanah dan bangunan tersebar di Jakarta, Bogor, dan Bandung.

mobil mewah barang bukti kasus tppu narkoba
mobil mewah barang bukti kasus tppu narkoba

Bachtiaruddin

Selain barang bukti itu, polisi juga menyita kendaraan mewah mulai dari motor gede (moge) merek Harley Davidson dengan berbagai tipe. Selain Harley, terdapat enam mobil terdiri dari dua mobil Jaguar, Honda Accord, Mercedez Benz, Toyota Fortuner.

Sementara dua lagi mobil Suzuki Ertiga dan Suzuki Carry Pikap. Barang bukti itu berjejer di pelataran gedung Bareskrim Polri. Total aset disita polisi ditaksir mencapai Rp50 miliar.

Adapun kasus ini merupakan pengembangan hingga akhirnya polisi meringkus Fauzan Afriansyah setelah diterbitkan surat daftar pencarian orang (DPO).

motor harley barang bukti kasus tppu narkoba
motor harley barang bukti kasus tppu narkoba

Bachtiaruddin

Kronologi Penangkapan Tersangka

Keberhasilan menangkap Fauzan sebagaimana pengembangan dari tersangka lainnya yakni, ABD alias DL, yang pada tanggal 12 Juni 2022 di Kota Pekanbaru, Riau ditangkap. Lalu, saat ini perkaranya telah dinyatakan lengkap oleh JPU Kejagung atau P21.

"FA alias V berhasol ditangkap pada tanggal 26 Juli 2022 sekitar pukul 13.00 Wita, di sebuah hotel yang terletak di Bali," kata Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno H Siregar dalam keterangannya.

FA mengakui bahwa 47 kilogram sabu itu berasal dari salah satu DPO Malaysia berinisial UJ. Berdasarkan data transaksi keuangan, FA dinyatakan melakukan TPPU dan juga sudah; ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang.

Adapun dalam kasus ini Fauzan dipersangkakan dengan pasal 114 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling berat pidana mati atau paling singkat enam tahun dan denda minimal Rp1 M, serta Maksimal Rp10 miliar. Lalu, subsidair Pasal 11 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. [gil]