Penampakan Mobil Mewah Tanpa Pelat Nomor Saat Konvoi di Tol Andara, Patut Ditindak Tegas

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Polemik konvoi komunitas mobil mewah di tol Andara, Minggu (25/1/2022) masih terus berlanjut. Setelah pihak komunitas membantah telah melakukan pelanggaran lalu lintas, dan menuduh media menyebarkan berita bohong alias hoax, dan kini fakta terbaru mulai bermunculan.

Hal tersebut, didapat dari foto rekaman yang diambil dari kamera pengawas CCTV yang menunjukan memang konvoi komunitas mobil mewah ini melanggar lalu lintas.

Berdasarkan bukti CCTV dari pihak kepolisian, peserta konvoi ini menguasai jalan dengan menggunakan 2 lajur. Bahkan, menurut Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Sutikno, rombongan mobil tersebut mengokupasi 2 jalur jalan tol sekaligus dan saat itu pengelola mendapatkan komplain dari pengguna jalan lain. Direksi pengelola jalan tol setempat langsung memerintahkan anggotanya menuju ke TKP.

"Karena iringan konvoi mobil ini menggunakan 2 jalur, di tol itu ada 3 jalur, 1 jalur ini masyarakat umum paling kanan. Tapi masyarakat melihat iring-iringan mobil bagus kan dia nggak mau laju begitu saja, ingin melihat juga akhirnya yang terekam di CCTV bahwa mobil itu memenuhi jalan sambil di depan ada yang melakukan dokumentasi," katanya saat ditemui awak media di Polda Metro Jaya.

Sementara itu, dari tangkapan kamera juga terlihat, para peserta konvoi ini ternyata ada yang tidak menggunakan pelat nomor. Ada yang tanpa pelat nomor belakang, dan tidak menggunakan di depan maupun belakang.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Konvoi mobil mewah (Ist)
Konvoi mobil mewah (Ist)

Dilihat dari video yang beredar, setidaknya ada tiga kendaraan yang tidak menggunakan pelat nomor di bagian belakang, bahkan satu mobil tidak menggunakan pelat nomor di bagian depan dan belakang.

Hal tersebut mutlak salah, jalan umum bukanlah tempat adu gengsi, modifikasi, dan hal lain yang melanggar hukum.

Soal penggunaan pelat nomor sejatinya sudah diatur jelas dalam Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) Nomor 22 Tahun 2009, tepatnya di pasal 68, dan dijelaskan pula di Perpol 7 Tahun 2021 Pasal 45 dan 58.

Sementara pada 280 UU LLAJ pengendara yang terbukti tak menggunakan pelat nomor dengan alasan apapun seharusnya bisa dikenakan kurungan penjara 2 bulan dan denda maksimal Rp 500 ribu.

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah)," demikian tulis Pasal 280.

Menggunakan handphone saat berkendara

Konvoi mobil mewah (Ist)
Konvoi mobil mewah (Ist)

Pelanggaran lain, termasuk menggunakan handphone saat berkendara. Pasalnya, dari video yang dibagikan para anggota komunitas tersebut, ada yang terlihat merekam menggunakan telepon genggam, saat mobil melaju di jalan.

Hal tersebut, jelas sebagai pelanggaran, karena seperti dalam Undang-Undang No 22 Tahun 2009, ada pasal yang membahas pelanggaran menggunakan telepon genggam saat mengemudi.

Berikutnya, para tim dokumentasi yang melakukan pengambilan gambar dari konvoi tersebut. Mengeluarkan tubuh dari jendela dan bagasi, yang tentunya tanpa menggunakan sabuk pengaman.

Infografis 6 Cara Efektif Hadapi Potensi Penularan Covid-19 Varian Omicron

Infografis 6 Cara Efektif Hadapi Potensi Penularan Covid-19 Varian Omicron. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 6 Cara Efektif Hadapi Potensi Penularan Covid-19 Varian Omicron. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel