Penampakan Sisa-Sisa Demo Tolak Kenaikan BBM, Sampah Berserakan di Depan Gedung DPR

Merdeka.com - Merdeka.com - Seluruh rangkaian aksi unjuk rasa tolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta, baik dari elemen buru maupun mahasiswa telah selesai. Namun selesai dari rangkaian demo tersebut banyak menyisakan sampah berserakan.

Dari pantauan merdeka.com, tampak banyak sampah berserakan di depan gedung DPR Jalan Gatot Subroto mulai dari sampah plastik hingga puntung rokok. Belum lagi sisa abu dari mahasiswa yang melakukan aksi bakar di depan gerbang gedung DPR.

sampah sisa demo di dpr
sampah sisa demo di dpr

©2022 Merdeka.com/Rahmat Baihaqi

Tampak di depan tembok gedung DPR di Jalan Gatot Subroto banyak sampah yang terselip di kawat berduri polisi. Terdapat sampah sisa makanan, plastik minuman, serta puntung rokok.

Hal serupa juga di bagian rerumputan dekat gerbang utama gedung DPR. Sampah-sampah yang berserakan terdapat bungkus rokok, botol air mineral, serta masih banyak puntung rokok.

Spanduk yang dibawa oleh elemen mahasiswa juga masih menempel di salah satu gerbang DPR. Terdapat empat spanduk yang masing-masing menyatakan penolakan kenaikan BBM.

sampah sisa demo di dpr
sampah sisa demo di dpr

©2022 Merdeka.com/Rahmat Baihaqi

Lalu Lintas Mulai Dibuka

Sebelumnya, di persimpangan Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Slipi sempat dilakukan penutupan imbas dari demo Buruh pada pukul 11.00 WIB.

Adapun pengendara yang hendak melewati depan gedung DPR, harus melalui jalur TransJakarta mengingat pendemo buruh memenuhi seluruh jalan bagian depan DPR.

Seusia aksi unjuk rasa elemen buruh selesai, kepolisian yang bertugas mulai membuka lagi jalur Gatot Subroto yang menuju Slipi pada pukul 15.00 WIB. Sesekali tampak polisi yang berjaga turut mengatur arus lalu lintas sekitar.

Meskipun di waktu yang bersamaan, pendemo dari mahasiswa turut menyambangi bagian depan gerban DPR, pihak kepolisian tampak tidak melakukan penutupan jalan kembali. Lantaran dari massa elemen mahasiswa tidak sebanyak seperti Buruh. [gil]