Penanganan COVID-19 di Jakarta terkendali meskipun ada lonjakan kasus

·Bacaan 1 menit

Penanganan COVID-19 di Jakarta masih terkendali menyusul adanya permintaan dari Satgas Penanganan COVID-19 agar Pemprov DKI Jakarta mengatasi lonjakan kasus varian Omicron dalam waktu dua pekan.

"Penularan COVID-19 varian Omicron di Jakarta meskipun dalam beberapa hari terakhir ada peningkatan tapi masih terkendali. Kita juga bersyukur tidak ada yang meninggal dunia," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu.

Riza berharap, penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta bisa segera melandai. Perununan kasus COVID-19 ini tidak bisa hanya dari regulasi dan kebijakan pemerintah, tapi juga harus didukung dari perilaku disiplin warga Jakarta.

"Kami meminta warga tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam menjalani aktivitas sehari-hari," tuturnya.

Baca juga: Status PPKM di Jakarta naik jadi level dua

Sebelumnya, Satgas Penanganan COVID-19 meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatasi peningkatan kasus virus Corona.

Selain itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga diminta hal yang sama lantaran terjadi peningkatan kasus dalam sepekan terakhir.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, menyatakan, ada penambahan 1.409 kasus positif COVID-19 secara nasional pada pekan ini, lebih tinggi dibanding pekan sebelumnya yakni 1.215.

DKI Jakarta dan Kepulauan Riau menjadi dua provinsi yang menyumbang pertambahan kasus COVID-19 tertinggi, bahkan menjadi penyumbang kasus terbanyak selama empat kali berturut-turut.

Baca juga: Wagub DKI: jangan main-main soal karantina terkait 162 kasus Omricon
Baca juga: Evakuasi pasien Omicron di Apartemen Pluit sudah sesuai SOP

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel