Penanganan COVID-19 Jadi Pembahasan Debat Pilkada Sulut

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Penanganan dampak COVID-19 menjadi pembahasan selama debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Cagub/Cawagub) Sulawesi Utara yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat dan disiarkan secara langsung melalui aplikasi Youtube, Kamis (5/11/2020).

Debat yang dimoderatori oleh anggota Komisi Informasi Publik (KIP) Sulut Reydi Sumual, memberikan kesempatan pertama kepada pasangan nomor urut satu Christiany Paruntu-Sehan Salim Landjar, untuk menjelaskan visi misinya yang di dalamnya ada penanganan COVID-19.

"Program kami jika terpilih sebagai Gubernur-Wagub mendatang, akan melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan kabupaten kota terkait penanganan bencana non alam seperti COVID-19," kata Paruntu yang juga Bupati Minahasa Selatan ini seperti dikutip dari Antara.

Hal sama disampaikan pasangannya Salim Landjar bahwa penanganan pandemi COVID-19 secara nasional sempat keteteran, namun di Sulut bisa tertangani baik. Untuk ke depan pihaknya akan mempersiapkan aspek sarana, tenaga serta apa yang dibutuhkan selama pandemi ini berlangsung.

Pasangan nomor urut dua Vonny Anneke Panambunan-Hendry Runtuwene mengakui sektor kesehatan maupun pendidikan menjadi prioritas, khususnya penanganan COVID-19.

"Kami tahu yang hanya bisa menghentikan COVID-19 adalah Tuhan, namun kita harus wajib melakukan pencegahan. Kami tidak mau ada kuburuan khusus COVID-19 di dekat pemukiman, tetapi harus jauh," tandasnya.

Hendry Runtuwene mengaku siap mengawal program nasional penanganan COVID-19 hingga ke daerah.

Pasangan Petahana

Pasangan nomor urut tiga yang juga petahana Olly Dondokambey dan Steven Kandow menyebut pihaknya sudah melakukan penanganan dampak COVID-19 sejak Maret 2020 atau pandemi mulai berlangsung.

Khusus di Sulut, lanjut Olly, termasuk cepat penanganannya dengan model "3T" yakni "testing"," tracing", dan "treatment".

Pihaknya juga telah mengalokasikan anggaran sektor kesehatan sekitar 60 persen, 30 persen jaring pengaman sosial dan 10 persen untuk dampak ekonomi.

"Bahkan kami selama menjabat pernah menolak usulan salah satu wali kota terkait penerapan PSBB karena bisa merontokan ekonomi dan itu berhasil," tambahnya.

Sementara Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh mengatakan debat cagub-cawagub merupakan bagian dari tahapan Pilkada 2020 yang akan dilaksanakan tiga kali dengan beda-beda tema atau isu.

"Silahkan berdebat dan membawa visi misi serta program, karena sudah diatur sesuai ketentuan berlaku, tetapi debat sesuai mekanisme dengan tidak menjelekkan satu dan lainnya," jelas Mewoh.

Saksikan video pilihan di bawah ini: