Penanganan Covid-19 RI Dipuji Universitas di AS, DPR: Jangan Jemawa, Kewaspadaan Harus Ditingkatkan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dinilai sebagai salah satu negara yang berhasil dalam menangani pandemi Covid-19 karena mampu menurunkan kasus Covid-19 hingga 58% hanya dalam kurun waktu 2 minggu.

Penilaian itu diberikan John Hopkins University. Universitas yang berbasis di Maryland, Amerika Serikat menganggap Indonesia dianggap “one of the best in the world” dalam penangan Covid-19.

Terkait hal itu, Anggota Komisi IX DPR Anas Thahir meminta masyarakat harus terus meningkatkan kewaspadaan meski penanganan Covid-19 di Indonesia mendapat penilaian salah satu yang terbaik di dunia.

"Kabar itu jangan justru membuat kita lengah. "Jangan sampai sebutan itu lantas membuat kita menjadi jemawa. Kita harus tetap waspada terhadap kemungkinan penyebaran Covid-19," kata Anas Thahir kepada wartawan, Senin (20/9/2021).

Apalagi, varian baru Covid-19 terus bermunculan. Dan itu bisa jadi ancaman. "Maka kewaspadaan harus terus ditingkatkan," katanya.

Anas melihat pemerintah terus siaga menyiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan. Dia pun meminta masyarakat juga harus tetap disiplin dan bersedia bekerja sama melawan pandemi.

"Disiplin terhadap protokol kesehatan harus tetap dilakukan, karena itu jalan terbaik pengendalian Covid-19. Mendukung kebijakan pemerintah, salah satunya dengan disiplin tersebut," kata Anas.

Menurut Anas, kritik terhadap kebijakan pemerintah itu hal biasa dan bagian dari keseimbangan demokrasi. Dia berpendapat, pemerintah harus menjawab kritik dengan tindakan perbaikan-perbaikan dan evaluasi dalam tata kelola penanganan Covid-19.

"Pemerintah dan masyarakat harus punya iktikad dan keinginan sama, yaitu segera keluar dari pandemi Covid-19, maka percepatan vaksinasi harus terus didorong oleh semua kalangan agar target herd imunity segera tercapai," ujar Anas.

Apresiasi World Bank

Seorang siswa sekolah menengah pertama menjalani pemeriksaan tekanan darah sebelum menerima dosis vaksin Sinovac pada acara vaksinasi virus corona COVID-19 di Blang Bintang, Provinsi Aceh, 21 September 2021. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Seorang siswa sekolah menengah pertama menjalani pemeriksaan tekanan darah sebelum menerima dosis vaksin Sinovac pada acara vaksinasi virus corona COVID-19 di Blang Bintang, Provinsi Aceh, 21 September 2021. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Apresiasi juga datang dari dari World Bank lantaran Indonesia berhasil mencapai vaksinasi 100 juta dosis pada 31 Agustus. Hingga Senin, 20 September, Indonesia telah berhasil memberikan vaksinasi dosis pertama kepada 79.657.762 orang, vaksinasi dosis kedua kepada 45.224.650 orang, dan dosis ketiga untuk 856.589 orang.

Capaian itu amat penting untuk meningkatkan optimisme dan keyakinan kita sebagai bangsa bisa mengendalikan pandemi. Apalagi Indonesia memiliki tantangan lebih dalam penanganan Covid-19 mengingat populasi yang sangat besar dan secara geografis terdiri dari belasan ribu pulau.

Dikutip dari laman instagram @kemenkes_ri, penuruna kasus sebesar 58% dalam dua minggu tersebut menjadikan Indonesia sebagai one of the best in the world menurut penilaian John Hopkins University.

"Kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia telah menunjukkan hasil yang sangat baik, sejak mengalami kenaikan kasus pada Juni-Juli lalu," seperti dikutip instgaram Kemenkes RI, Selasa (21/9/2021).

Tercatat pada akhir Juli hingga saat ini angka konfirmasi, perawatan dan kematian akibat dari Covid-19 dilaporkan terus menurun. Bahkan positivity rate telah mendekati rekomendasi WHO yakni kurang dari 5%.

Capaian ini tentunya tidak terlepas dari keseriusan pemerintah dalam mengendalikan pandemi Covid-19 serta kontribusi dan gotong royong dari seluruh masyarakat Indonesia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel