Penangkapan di Bekasi Terkait Kelompok Teroris Mampang

Laporan wartawan tribunnews.com : Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Densus 88 Antiteror Polri terus melakukan perburuan terhadap kelompok teroris Mampang yang berencana akan meledakkan Kedutaan Besar Myanmar. Kali ini tiga orang kembali ditangkap di Bekasi Jawa Barat setelah sebelumnya menangkap tiga terduga teroris lainnya di wilayah Yogyakarta, Banyumas, dan Tangerang.

Densus 88 Antiteror melakukan penyergapan di sebuah Ruko  Percetakan Andescre yang terletak di Jalan Mayor Hasibuan Nomor 12 Bekasi, sekitar pukul 18.45 WIB, Selasa (20/8/2013). Densus 88 awalnya hanya memburu Kherul Ikhwan alias Irul yang terlibat dalam perencanaan peledakan Kedutaan Myanmar bersama kelompok Sigit Indrajit.

Pada saat penyergapan dua orang lainnya ikut diamankan masing-masing bernama Andri Wahono dan  Ahmad Irfan. Keduanya kini diperiksa di Polres Bekasi. 

"Khaerul terlibat dalam tindak pidana terorisme perencanaan pemboman terhadap kedubes Myanmar bersama denga kelompok Sigit dan Juhal Mambo," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar.

Secara bersamaan Densus 88 Antiteru pun membekuk Iswahyudi di Kampung Pintu Air, Jalan Jembatan Barokah gang Mandiri RT 06/03 Kel Harapan Mulya Kecamatan Medan Satria Bekasi Kota

Dari penangkapan tersebut, kepolisian menyita satu pucuk senjata api sig souwer, satu pucuk senjata api Browning, tiga buah magazen, 70 butir peluru kaliber 9 milimeter, dan beberapa barang lain milik tersanka.

Hingga saat ini kepolisian masih terus mengembangkan jaringan yang diduga kuat dipimpin Sigit Indrajit yang sebelumnya sudah dilakukan penangkapan di Tanjung Priok.

Terungkapnya kelompok ini diawali dengan tertangkapnya Seva Riano alias Asep dan Achmad Taufiq alias Ovie oleh Densus 88 Antiteror, Kamis (2/5/2013) di Jalan Jendral Sudirman tepatnya di perempatan jalan menuju Bendungan Hilir.

Keduanya kedapatan membawa bom pipa yang disimpan dalam tasnya. Setelah dikembangkan Densus 88 menemukan sejumlah barang bukti lainnya di sebuah rumah di Jalan Bangka, Mampang, Jakarta Selatan.

Kemudian, tim berlambang burung hantu tersebut bergerak ke Pamulang, Tangerang Selatan untuk memburu Sigit Indrajit yang merupakan pentolan kelompok teroris tersebut. Tetapi sang buruan berhasil melarikan diri sebelum Densus 88 datang pada Jumat (3/5/2013) dini hari.

Setelah beberapa waktu, Sigit pun ditangkap di Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (22/5/2013) malam sekitar pukul 20.30 WIB setelah turun dari kapal yang mengantarnya dari Sumatera. Kemudian aparat kembali bergerak ke Tangerang dan menangkap Rohadi beserta mengamankan sejumlah barang bukti bahan peledak, Kamis (23/5/2013).

Berselang cukup lama, kemudian ditangkap lah Syaepul yang di Jalan Malioboro depan halaman Hotel Anna Garuda Yogyakarta belum lama ini.  Dari penangkapan tersebut kemudian tim berlambang burung hantu tersebut menangkap Imam Syafei di Jalan Raya Kemrajen, Kebarongan, Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (17/8/2013). Syafei ditangkap karena pernah ikut pelatihan militer (I'dad) di Gunung Salak pada Januari 2013 lalu. Ia pun bertinda sebagai pencari dana untuk halaqoh atau anggota kelompoknya yang dipimpin Rohadi, dan mengetahui serta terlibat perencanaan teror terhadap umat budha dengan sasaran bom Kedubes Myanmar.

Setelah penangkapan Syafei, Densus 88 membekuk seseorang bernama Zakaria di wilayah Tangerang, dari hasil pengembangan Zakaria ini lah kepolisian membeku Khaerul alias Irul.

Baca Juga:

Dua Senjata Api yang Disita dari Iswahyudi Berjenis FN

Khairul Dibawa Densus 88, Tiga Lainnya Diperiksa di Polresta Bekasi Kota

Lokasi Penangkapan Terduga Teroris di Bekasi Jadi Tontonan Warga

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.