Penari Kabupaten Kediri kenalkan pakaian khas di Turki

Gelar Gian Crismeril, seorang seniman tari delegasi Indonesia, warga Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tampil mengenakan pakaian khas Kabupaten Kediri dalam ajang Festival Pasar Senggol Turki 2022 di Istanbul, Turki.

Meril, mengemukakan dirinya ikut bangga bisa mengenakan pakaian khas Kabupaten Kediri dalam festival di Istanbul, Turki. Ia mengaku berterima kasih diberikan kesempatan menjadi perwakilan delegasi Indonesia khususnya dari Kabupaten Kediri.

"Sebenarnya saya ditugaskan untuk penampilan tari. Tetapi saya juga berusaha mengenalkan baju khas Kediri di sini, supaya mereka tahu Kabupaten Kediri di Jawa Timur juga memiliki baju khas (adat) seperti daerah-daerah lain," kata Meril di Kediri, Minggu

Baca juga: Pemkab Kediri ajukan hak paten pakaian khas dengan motif Gringsing

Meril juga menambahkan, Indonesia yang terdiri dari 16.000 pulau dan memiliki ribuan suku bangsa menjadikan negara ini sangat kaya akan budaya. Tentunya, hal ini merupakan sebuah kebanggaan bagi warga Indonesia yang tak dimiliki oleh negara lain.

Dia menilai, salah satu cara terbaik melihat keberagaman budaya tiap suku bangsa di Tanah Air adalah lewat pakaian khas.

Baca juga: Gubernur Banten ajak pejabat jiwai semangat para Sultan Banten

Seperti pakaian khas Kabupaten Kediri untuk putri, Ken Kadiri yang memiliki motif lidah api merupakan representasi dari Ibu kota Kediri yakni Dahanapura. Pakaian dengan warna dasar merah maron inilah yang dia kenakan dalam festival itu.

"Harapannya generasi muda lebih semangat dalam melestarikan budaya, memakai serta mempromosikan baju khas Kabupaten Kediri dalam kehidupan sehari-hari atau sebagai fashion untuk acara-acara tertentu," katanya.

Baca juga: Lestarikan budaya, ASN Bekasi wajib pakai baju adat tiap Jumat

Meril menambahkan, dengan promosi ini sekaligus mengenalkan potensi fashion atau busana yang dimiliki Kabupaten Kediri kepada masyarakat luas.

Ia berharap, busana ini bisa lebih dikenal lagi di seluruh masyarakat dunia.

"Semoga baju khas Kediri ini dapat dikenal tidak hanya di Asia, Eropa tetapi di seluruh dunia sebagai bentuk pelestarian budaya bagi masyarakat dan generasi muda," kata dia.

Baca juga: Buleleng kampanyekan songket khas

Meril juga sempat mengunggah di jejaring sosial Instagram pribadinya @ggcmerryl terkait dengan kegiatan yang dihadirinya di Festival Pasar Senggol 2022 ini di Turki tersebut. Ia memperkenalkan pakaian Khas Kabupaten Kediri yaitu Ken Kadiri. Acara ini juga dihadiri perwakilan dari berbagai negara di dunia.

Festival Pasar Senggol Turki 2022 merupakan pameran produk UMKM dan Budaya Indonesia di Turki, kerja sama PPI Turki dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul Turki. Festival ini digelar di Halic Congress Center (Galata Ballroom) Istanbul Turki, Minggu, 5 Juni 2022.

Baca juga: Melestarikan budaya dengan berjualan pakaian khas Betawi

Dalam penampilannya di Festival Pasar Senggol Turki 2022 itu, Meril yang juga menjadi pengajar di SMP Muhammadiyah 1 Pare, Kabupaten Kediri itu, membawakan tarian kontemporer dikreasikan tradisional dengan judul Dewi Kilisuci. Motif batik dalam kostum yang dikenakan pun diakui menarik perhatian banyak orang tak terkecuali mereka dari mancanegara.

Begitu pula, pakaian khas dari Kabupaten Kediri yakni Ken Kadiri yang dikenakan membuat banyak orang tertarik dan menganggapnya unik. Bahkan, tak sedikit yang mengajak Meril berfoto bersama dengan mengenakan pakaian khas Kabupaten Kediri itu.

"Menurut mereka pakaian ini unik, ditanya dari mana saya bilang (Kediri) Jawa Timur, Indonesia. Mereka juga menyukai batik yang ada pada kostum tari yang saya pakai, dia ingin memakainya juga," kata dia.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengapresiasi apa yang telah dilakukan Meril. Ia juga bangga sebab pakaian khas Kabupaten Kediri turut dikenalkan hingga mancanegara.

"Kami sangat bangga, beliau (Meril) bisa tampil dalam festival di Instabul Turki dan tentunya kami juga sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan untuk mengenalkan pakaian khas Kabupaten Kediri ke mancanegara," kata Mas Dhito, sapaan akrabnya. (*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel