Penasaran dengan UFO, NASA Bentuk Tim Penyelidik

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejak Juni lalu, NASA telah membentuk sebuah panel atau kelompok ahli berisi 16 orang untuk mempelajari Unidentified Aerial Phenomena (UAP), atau yang lebih dikenal sebagai UFO.

Saat ini, mereka difokuskan untuk meneliti penampakan yang belum diklasifikasikan serta data lain yang dikumpulkan dari pemerintah sipil dan sektor komersial.

Dilansir dari Engadget pada Kamis (27/10), panel tersebut terpisah dari kelompok Pentagon yang juga menyelidiki UAP di kalangan pejabat pertahanan dan intelijen AS. Sekarang, pemerintah AS secara efektif menjalankan dua jalur penyelidikan UFO setelah melakukan pekerjaan semacam itu secara tertutup selama bertahun-tahun.

Panel ini diketuai oleh David Spergel, mantan kepala astrofisika di Prince University. Beranggotakan Anamaria Berea, afiliasi penelitian di Institut SETI (Search for Intelligence Life) di Mountainview; pensiunan astronot NASA dan pilot uji Scott Kelly; dan lainnya mulai dari ahli kelautan hingga astrofisikawan dan jurnalis sains.

Dalam sebuah video baru-baru ini, panel tersebut membantah sejumlah video klip UFO terkenal, bahkan yang berasal dari Pentagon, dan menganggapnya sebagai kejadian biasa seperti iris kamera, burung, dan suar lensa inframerah.

NASA sendiri tampaknya juga tidak percaya ada banyak hal yang terjadi dengan video dan penampakan ini. Namun, NASA yakin panel tersebut masih dapat memainkan peran penting dalam menentukan bagaimana mengklasifikasikan UFO berdasarkan data, bahkan jika tidak ada alien yang terlibat.

Administrator asosiasi NASA Thomas Zurbuchen pun mengatakan bahwa memahami data yang dimiliki seputar fenomena udara tak dikenal sangat penting untuk membantu menarik kesimpulan ilmiah tentang apa yang terjadi di langit.

"Data adalah bahasa para ilmuwan dan membuat hal yang tidak bisa dijelaskan menjadi bisa dijelaskan," ujar Zurbuchen.

NASA dan panel berisi 16 ahli itu juga mengatakan mereka tidak percaya bahwa UFO berasal dari luar Bumi.

Reporter Magang: Dinda Khansa Berlian [faz]