Penasihat Duta Besar Arab Saudi Bangun Masjid di Soppeng Sulsel

·Bacaan 2 menit

VIVA – Penasihat Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syaikh Shaleh Abdullah Al Rajhi, melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan pondasi sebuah masjid di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Kamis, 26 Agustus 2021.

Masjid yang diberi nama Masjid Syaikh Shaleh Abdullah Al Rajhi itu berlokasi di Pondok Pesantren Siratal Mustakim, kawasan wisata alam Labempa, Dusun Maniangpat, Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng.

Kedatangan Syaikh Shaleh yang dikenal sebagai pemilik bank terbesar di Arab Saudi, Al Rajhi Bank itu, langsung disambut Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak dan disambut dengan Tari Padduppa.

Dalam sambutannya, Kaswadi Razak menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Syaikh Shaleh Abdullah Al Rajhi atas kehadirannya di Kabupaten Soppeng.

Dia pun optimistis Kabupaten Soppeng akan menjadi salah satu daerah pusat pendidikan, terutama keagamaan.

"Alhamdulillah, sebentar lagi akan berdiri lagi satu pesantren yang mempunyai misi, dan bukan hanya mempelajari tentang keagamaan, akan tetapi juga menyangkut keterampilan," tutur Kaswadi.

Baca juga: Polri: Kasus M Kece Tak Akan Gunakan Restorative Justice

Dia juga mengaku cukup bangga karena Kerajaan Arab Saudi sudi memberikan perhatian kepada Kabupaten Soppeng.

"Kabupaten Soppeng adalah daerah kecil, akan tetapi jika berbicara tentang keagamaan maupun pendidikan agama, Alhamdulillah, daerah kami diperhitungkan," terang Kaswadi.

Tokoh nasional asal Kabupaten Soppeng, Andi Jamaro Dulung, yang merupakan Dewan penasehat Yayasan Padulungi dan yang mendampingi Syaikh Shaleh Abdullah Al Rajhi ke Soppeng menyampaikan bahwa Syaikh Shaleh ditugaskan di Indonesia sudah 10 tahun untuk mendampingi 3 duta besar dan posisinya sebagai penasihat.

Selama di Indonesia, dia menyebut, Syaikh Shaleh telah membangun sebanyak 570 unit masjid. Adapun Syaikh Shaleh Abdullah Al Rajhi, melalui penerjemahnya, mengaku sangat cinta Indonesia karena dinilai orang Indonesia sangat ramah sehingga tidak merasa bahwa dirinya sebagai orang asing.

"Saat berada di Indonesia, saya merasa ada di tengah keluarga," katanya

Syaikh Shaleh juga menyampaikan bahwa ini merupakan kunjungan pertamanya. Namun dia berjanji akan kembali lagi serta meyakinkan akan keberlanjutan pembangunan masjid tersebut.

"Semoga saya mendapatkan investor Arab yang dapat menyumbangkan hartanya untuk pembangunan masjid ini," ucapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel