Update Pencarian Anak Ridwan Kamil dari Hari ke Hari Hilang di Sungai Aare Bern Swiss

Merdeka.com - Merdeka.com - "Anak Ridwan Kamil Hilang"

Peristiwa itu menjadi perbicangan baik di jagat media sosial maupun khalayak ramai. Emmeril Kahn Mumtadz atau akrab disapa Eril hilang terseret derasnya arus Sungai Aare, Bern, Swiss pada Kamis (26/5) siang waktu Swiss.

Sebelum terseret arus sungai, anak Ridwan Kamil itu sempat menyelamatkan adiknya, Camillia Laetitia Azzahra atau Zahra dan temannya untuk naik ke bibir sungai.

Nahas, nasib baik belum berpihak. Usai mendorong adiknya ke permukaan, Eril malah hanyut terseret arus. Dengan cepat, kabar itu sampai ke pihak KBRI Bern serta sang Ayahanda Ridwan Kamil yang kala itu tengah kunjungan kerja di Inggris.

Kini, pencarian Eril sudah memasuki hari kelima sejak ia dikabarkan hilang. Sejumlah daya upaya tim dari Swiss dikerahkan.

Merdeka.com merangkum update pencarian Eril dari hari ke hari. Berikut ulasannya:

Hari Pertama (26 Mei):
Tim SAR Kota Bern Swiss mengerahkan puluhan personel. Mulai dari Kepolisian, Polisi Sungai, Tim SAR, ambulans hingga pemadam kebakaran.

Tim penyelamat menyisir seluruh area potensial sepanjang Sungai Aare. Yakni, melakukan pencarian di daerah antara Eichholz dan Marzili, tempat pria itu terakhir terlihat, melibatkan berbagai patroli darat dan air.

Tepi sungai Aare digeledah dengan berjalan kaki, dan pos pengamatan didirikan di berbagai jembatan. Di atas air, polisi maritim dan medis mencari Emmeril Mumtadz yang hilang.

6 Jam pencarian belum membuahkan hasil, tim melanjutkannya esok hari. Mengingat hari sudah gelap, jika dipaksakan maka akan berpotensi malah membahayakan tim penyelamat dan menimbulkan masalah baru.

Hari Kedua (27 Mei):
Pencarian di hari kedua dimulai pukul 9 pagi waktu Swiss. Kali ini, tim memperluas jangkauan pencarian.

Sebanyak 20 personel dari unsur tim SAR polisi dan polisi medis turun. Mereka menyisir area sepanjang sungai dengan cakupan 17 Km menggunakan perahu, mencari keberadaan anak Ridwan Kamil.

Jangkauan area yang disisir, yakni dari Jembatan Tiefenau hingga pintu air Wohlensee. Tim SAR menurunkan penyelam untuk memulai pencarian bawah air.

Hari Ketiga (28 Mei):

Setelah melakukan evaluasi di ujung hari kedua pencarian, pada hari ketiga tim penyelamat, yakni Polisi dan pihak otoritas setempat menggunakan metode dan sejumlah alat penunjang yang lebih lengkap.

Termasuk memanfaatkan teknologi drone yang terbang rendah di sepanjang tepian sungai.

"Metode pagi ini lebih intensif dengan boat search, drone menyisir tepian sungai dan penyelaman. Penyelaman disesuaikan dengan situasi. Danau dan sungai Aare ini datang dari salju yang meleleh, relatif dingin, ada kristal putih yang membuat air keruh," kata Duta Besar Indonesia untuk Swiss Muliaman Hadad.

Hari Keempat (29 Mei):

Memasuki hari keempat pencarian, tim SAR dan otoritas setempat menyiapkan penyelam, perahu hingga drone untuk menemukan putra pertama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil itu. Perwakilan keluarga, Elpi Nazmuzaman mengatakan Emmeril masih belum ditemukan.

"Untuk perkembangan, progres hari keempat dilakukan pencarian menggunakan boat. Rutenya zigzag, satu boat tiga orang, dua orang membawa teropong yang melihat kedalaman," kata Elpi.

"Selain boat, kami mendapatkan foto video laporan ada beberapa penyelam, dan ada drone," jelas dia.

Pencarian fokus pada area di antara dua pintu air terdekat lokasi terakhir terlihatnya Eril, yaitu Schwellenmaetelli dan Engehalde. Metode pencarian pada hari keempat akan menggunakan perahu dan sensor yang mampu mendeteksi hingga kedalaman 3 meter.

Hari Kelima (30 Mei):
Pada pencarian hari kelima, Wali Kota Bern Alec Van Graffenried ikut memantau serta menemui Ridwan Kamil di pinggir Sungai Aare. Ia memastikan upaya maksimal.

Kali ini, polisi setempat intensif menggunakan metode jalan kaki, perahu, drone hingga selam.

Dikutip KBRI Bern di laman kemlu.go.id, pencarian dimulai Senin (30/5) pagi hari dan mencakup area dari Eichholz hingga Wohlensee, dan berfokus di antara pintu air Schwelenmaetelli dan Engehalde. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel