Pencarian Hari ke-5 Gibran, 30 Anggota Brimob Ikut Diterjunkan ke Gunung Guntur

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Garut - Sebanyak 30 anggota satuan brimob kompi 4 Polda Jabar, ikut diterjunkan dalam lanjutan pencarian Muhammad Gibran Arrasyid (14), pendaki remaja yang hilang misterius di Gunung Guntur. Remaja asal Pangatikan, Garut, itu dinyatakan hilang sejak Minggu (19/9/2021).

“Totalnya tim SAR relawan yang diterjunkan hari ini ada sekitar 150 orang,” ujar Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, selepas memimpin apel gabungan tim pencarian di kaki Gunung Guntur Garut, Kamis (23/9/2021).

Wirdhanto mengatakan, pencarian hari kelima fokus pada penyisiran ulang area Gunung Guntur yang menjadi titik awal hilangnya korban.

“Beberapa hari lalu kami telah menyisir dari atas ke bawah, kemudian kami akan mengulangi kembali dari bawah ke atas hari ini,” kata dia.

Untuk mendukung upaya tersebut, lembaganya meminta Satbrimob Kompi 4 Polda Jabar untuk menambah kekuatan tim gabungan dari TNI-Polri, BPBD, Basarnas, Tagana, BKSDA, kelompok pecinta alam dan masyarakat sekitar.

“Harapannya seluruh sektor di Gunung Guntur bisa tercover oleh tim yang sudah ada,” kata dia.

Wirdhanto pun meminta desa dan kecamatan yang berada di sekitar kaki Gunung Guntur, bersiaga untuk mengumpulkan informasi mengenai keberadaan korban.

“Jika seumpanya melihat atau mendengar adanya korban segera laporkan, kami siap membantu,” katanya.

Hal senada disampaikan Agus Nurjaman, Koordinator Pencarian. Menurutnya beberapa kecamatan di sekitar dan berdekatan dengan kaki gunung Guntur seperti Lele, Tarogong Kidul, Pasirwangi, Samarang segera melapor bila menemukan informasi korban. “Atau bahkan mungkin lewat, segera laporkan,” ungkapnya.

Hingga petang kemarin, pencarian pendaki hilang yang dilakukan tim gabungan sejak pukul 07.00 sampai pukul 17.00 petang hari, belum membuahkan hasil.

“Masih belum ada titik terang,” ujarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Patuhi Prosedur Keselamatan

Untuk menghindari jatuhnya korban dari tim relawan, sesuai dengan arahan Kapolres Garut, seluruh tim yang diterjunkan tetap waspada dan hati-hati selama pencarian berlangsung. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)
Untuk menghindari jatuhnya korban dari tim relawan, sesuai dengan arahan Kapolres Garut, seluruh tim yang diterjunkan tetap waspada dan hati-hati selama pencarian berlangsung. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Untuk menghindari jatuhnya korban dari tim relawan, sesuai dengan arahan Kapolres Garut, seluruh tim yang diterjunkan tetap waspada dan hati-hati selama pencarian berlangsung.

“Intinya kita semua ikuti safety prosedur yang telah ditentukan,” kata dia.

Sebelumnya Muhammad Gibran Arrasyid, 14 tahun, pendaki remaja asal Kampung Citangtu, Desa Citangtu, Kecamatan Pangatikan, Garut, Jawa Barat hilang, dalam pendakian di Gunung Guntur, sejak Ahad (19/9/2021) lalu.

Pendaki remaja yang hilang itu datang bersama rombongan terdiri dari 11 laki-laki dan tiga perempuan yang melakukan pendakian ke Gunung Guntur, Sabtu sore. Kemudian tiba di Pos 3 untuk selanjutnya bermalam di sana.

Keesokan harinya, Minggu sekitar pukul 04.00 dini hari, rombongan melanjutkan perjalanan pendakian ke puncak Gunung Guntur, namun korban justru lebih memilih diam di tenda pos 3, untuk tidak melanjutkan perjalanan menuju puncak.

Keadaan mulai berubah, setelah rombongan kembali turun hingga pos 3 tidak menemukan korban di tenda, padahal seluruh barang atau peralatan milik korban masih ada di tempat.

Awalnya, rombongan pendaki langsung melakukan pencarian hingga sore, namun tidak berhasil ditemukan hingga akhirnya melaporkan ke petugas jaga pos jalur pendakian Gunung Guntur.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel