Pencarian Hari ke-6 Sriwijaya Air, Tim SAR Temukan Cover Body CVR

Dusep Malik, Andrew Tito
·Bacaan 2 menit

VIVA – Perkembangan pencarian Tim SAR terhadap serpihan Sriwijaya Air SJ 182 membuahkan hasil. Di mana pada hari ke-enam pencarian body protector cockpit voice recorder (CVR) ditemukan.

"Saya sudah komunikasi dengan Ketua KNKT maupun Panglima Armada I yang di lokasi, informasi yang kami dapatkan baru casing-nya bungkus atau body protector dari CVR yang ketemu," ujar Kepala Basarnas, Marsdya (Purn) Bagus Puruhito di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 Januari 2021.

Bagus mengatakan, pencarian CVR lebih sulit ditemukan dibanding Flight Data Recorder (FDR) yang juga bagian dari black box. Pasalnya, sulitnya pencarian lantaran alat pemberi sinyal dari CVR sudah terlepas dari badan utama black box.

"Permasalahan yang ada seperti kita ketahui bersama, beacon yang bisa membawa kita ke benda itu sudah lepas dari alat itu sehingga kita gunakan cara yang relatif manual lebih lama," ujarnya.

Di sisi lain, sulitnya pencarian juga di karenakan derasnya arus bawah air juga membuat penyelam kesulitan mencari benda tersebut.

"Air di bawah permukaan cukup deras,” ujarnya.

Diketahui, black box FDR ditemukan oleh penyelam dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada I TNI AL, pada Selasa 12 Januari 2021. Alat tersebut kemudian diserahkan ke KNKT untuk diperiksa isinya.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan, pada Selasa 12 Januari 2021, tim SAR Gabungan telah menemukan satu bagian dari kotak hitam atau black box pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.

Menurutnya, pada pukul 14.00 WIB, berdasarkan laporan dari kepala staf Angkatan Laut (KSAL) pihaknya telah menemukan lokasi dari Flight Data Recorder (FDR). Lokasi tersebut sudah ditandai dan sesuai dengan perkiraan sebelumnya.

"KSAL melaporkan bagian yang ditemukan justru adalah pecahan dan sinyal pecahan lain terus dicari dari FDR yang kemungkinan besar masih di wilayah itu," ujar Hadi di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa 12 Januari 2021.

Sementara itu, Hadi juga menjelaskan pada pukul 16.40 WIB, FDR yang ditemukan tersebut sudah dievakuasi dan kemudian pihaknya masih akan terus mencari cockpit voice recorder yang diyakini masih di daerah ditemukannya FDR.

"Kami yakini semua akan ditemukan, dan voice data recorder segera ditemukan," ujarnya.