Pencarian Korban Longsor di Flores Timur Terkendala Alat Berat

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepala Desa Nele Lamadike, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Pius Pedang Melai, menyatakan bahwa proses pencarian terhadap para korban yang hilang diterjang banjir dan tanah longsor pada Minggu dini hari, 4 April 2021, terkendala ketersediaan alat berat.

"Kami hanya bisa mencari korban yang belum ditemukan di sekitar lokasi kejadian yang kemungkinan terapung, tetapi tidak bisa melakukan penggalian secara manual karena area dipenuhi lumpur," katanya mengonfirmasi perkembangan proses pencarian terhadap warga yang masih hilang akibat terjangan banjir dan longsor ke kawasan permukiman di desa itu.

Menurut dia, selain alat berat, cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah itu juga ikut menghambat proses pencarian para korban.

Mengenai jumlah korban, dia mengatakan, saat ini masih dilakukan pendataan untuk memastikan jumlah warga yang belum ditemukan.

"Tetapi jumlah yang belum ditemukan mencapai puluhan orang, karena ada puluhan rumah warga yang terkena longsoran," kata Pius Pedang Melai. (ant)