Pencarian KRI Nanggala Masuk ke Fase Subsunk, Evakuasi ABK Disiapkan

Hardani Triyoga, Edwin Firdaus
·Bacaan 2 menit

VIVATNI menyampaikan proses pencarian KRI Nanggala-402 ditingkatkan dari fase submiss menjadi subsunk. Hal ini berdasarkan bukti-bukti autentik sejak tiga hari terakhir terkait temuan komponen milik KRI Nanggala-402.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, menyampaikan ditingkatkan menuju fase subsunk saat konferensi pers tentang perkembangan pencarian SAR KRI Nanggala di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Sabtu kemarin, 24 April 2021.

Bukti autentik yang menguatkan meningkatkan fase tersebut yakni adanya benda warna hitam yang merupakan potongan pelurus torpedo, pembungkus pipa pendingin yang terdapat sebuah tulisan Korea.

“Hal ini karena KRI Nanggala pernah melaksanakan overhaul di Korea Selatan pada tahun 2012,” kata Yudo dalam keterangan resmi tertulis yang disampaikan Dinas Penerangan Angkatan Laut dan dikutip pada Minggu, 25 April 2021.

Selain itu, kata Yudo, sebotol cairan warna oranye yang merupakan pelumas periskop untuk naik turun biasanya dipegang petugas di tempat tersebut.

Menurut dia, benda-benda lain yang memperkuat, yakni ditemukan alas yang biasa dipakai untuk salat ABK dan spoon penahan panas untuk restroom. Kemudian, cairan minyak solar yang terlihat dari patroli udara menyebar meluas pada radius 10 mil.

Menurut Yudo, pada saat fase submiss, terhadap pencarian KRI Nanggala yang kehilangkan kontak, telah melaksanakan pengerahan kekuatan TNI AL dan unsur-unsur instansi lainnya.

Adapun unsur TNI AL yang dikerahkan sebanyak 16 KRI dan 5 Pesud. Upaya pendeteksian terus dilakukan.

“KRI Rigel-933 saat ini tetap melaksanakan pendeteksian lanjutkan untuk menyakinkan kontak-kontak yang bawah air di sekitar datum atau posisi terakhir kapal selam terlihat,” ujarnya.

Sementara itu, unsur instansi lain yang membantu yakni, 4 kapal Baharkam Polri, 2 kapal Basarnas dan 1 kapal Bakamla. Lalu, bantuan negara sahabat yakni HMS Ballarat (Australia) serta dua kapal rescue MV.

Mega Bhakti (Malaysia) dan MV Swift Rescue (Singapura), serta Pesawat P-8 Poseidon (Amerika Serikat).

Ditambahkan Yudo, fase subsunk nanti akan disiapkan evasuasi medis pada ABK yang kemungkinan masih ada yang selamat dan rencana evakuasi ke Surabaya atau Banyuwangi.

Kemudian, tim SAR gabungan juga tetap harus berjuang dengan keras sesuai dengan sektor-sektor pembagian tugas yang sudah ada.

“Unsur TNI AL tetap melaksanakan pendeteksian bersama unsus-unsur lain termasuk Polri, Basarnas, Bakamla dan unsur luar negeri yang akan berdatangan akan masih berjuang keras karena terdeteksi benda berada pada kedalaman 850 meter sehingga memiliki kesulitan yang tinggi,” ujarnya.